PADANG – Kepolisian Resor Kota Padang (Polresta) Padang, Sumatera Barat mengamankan 22 orang yang diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap satu anggota Intel Polresta Padang, Doni Marta (40) saat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bundaran Air Mancur dan sepanjang jalan Toko Serba Lima Ribu Pasar Raya Padang, Kamis (12/1) pukul 10.00 WIB.
22 orang preman yang berhasil diamankan tersebut saat ini berada di Mapolresta Padang untuk dilakukan penyidikan. Apabila terbukti melakukan tindakan penganiayaan, mereka akan langsung diproses secara hukum. Sedangkan bagi yang tidak terlibat akan diperbolehkan pulang.
“Ketika mendengar kabar ada anggota Intel Polresta Padang yang mengalami cidera serius saat akan mengamankan kerusuhan, saya bersama Kasat Sabhara Polresta Padang langsung menuju ke TKP dan mengamankan kelompok-kelompok preman yang membekingi,” kata Waka Polresta Padang AKBP Tomy.
Dikatakan AKBP Tomy, anggotanya ingin melerai kerusuhan tersebut tetapi tidak diindahkan oleh sekelompok preman yang langsung melakukan penyerangan dan pelemparan kepada anggota tersebut. Ia menegaskan akan menangkap seluruh preman yang melakukan aksi tersebut karena saat ini identitas mereka sudah dikantongi.
Menurutnya, korban Bripka Doni Marta di sana sebenarnya bukan bertugas melakukan pengamanan, tapi hanya mencoba melerai. Namun, oknum pedagang melakukan pengeroyokan dan melemparinya dengan batu.
Waka Polresta Padang juga menyayangkan pihak Satpol PP yang tidak melibatkan kepolisian dalam melakukan penertiban pedagang ini. Jika ada koordinasi sebelumnya, pihak kepolisian pasti akan membantu, ujarnya.
Kabag Ops Polresta Padang Kompol Sumintak juga mengakui satu orang anggota Intel Polresta Padang yang dikeroyok oleh puluhan preman ketika penertiban PKL di kawasan Bundaran Air Mancur dan Toko Serba Lima Ribu Pasar Raya Padang. “Korban adalah Bripka Doni Marta saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani visum,” jelasnya.
Saat ini tim Reskrim Polresta Padang masih memburu sejumlah preman yang kabur setelah melakukan pengeroyokan tersebut, tegas Kompol Sumintak. (baim/h)







