
PADANG – Jembatan Koto Buruak, Kecamatan Lubuk Alung kabupaten Padang Pariaman terancam ambruk. Jembatan yang melintasi Batang Anai itu tergerus aliran sungai yang kondisinya memburuk karena aktifitas penambangan bahan galian C.
Walinagari Lubuk Alung, Harri Subrata, Rabu (11/1) menuturkan, jembatan di jalur lingkar Duku – Sicincin itu baru dua tahun diresmikan. Namun kondisinya sudah mencemaskan karena salah satu tonggak penyangga jembatan yang berada di tengah sungai sudah mulai rusak.

“Salah satu penyebabnya adalah maraknya penambangan bahan galian C di sepanjang alur sungai Batang Anai sehingga dasar sungai rusak,” terangnya kepada wartawan.
Dia menambahkan, aktifitas penambangan bahan galian C di badan sungai tersebut telah merusak lingkungan. Dasar sungai menjadi rusak sehingga aliran air menjadi lebih cepat.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengambil tindakan cepat. Tonggak jembatan yang rusak hendaknya segera diperbaiki dan aktifitas penambangan bahan galian C agar dilarang.
“Pemkab hendaknya membuat larangan mengambil pasir, batu dan kerikil dari sungai Batang Anai,” harapnya. (feb)






