PADANG – Penanganan bencana longsor di Malalak dan Palembayan, Kabupaten Agam membutuhkan solusi permanen agar bencana tidak terus berulang. Bencana longsor yang hampir setiap tahun terjadi harus segera ditanggulangi agar tidak terus mengancam keselamatan penduduk.
Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Daerah pemilihan III, Rabu (14/12). Anggota Dewan geram karena yang mesti dilakukan bukan sekedar tanggap darurat pada saat bencana terjadi tetapi adalah langkah permanen sehingga bencana tidak terus berulang. Jika tidak mengambil langkah antisipatif, sama saja dengan mengabaikan keselamatan penduduk.
Aristo Munandar, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Dapil III mengungkapkan, kondisi itu merupakan tanggungjawab bersama pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi yang harus segera ditanggulangi.
“Ini tanggungjawab bersama pemerintah provinsi dan kabupaten, bukan masalah sepele dan harus segera ditanggulangi,” kata Aristo.
Dia menambahkan, solusi penanggulangan permanen tersebut harus segera diambil sebelum menimbulkan korban jiwa lebih banyak. Penanganan bencana longsor di Malalak dan di Palembayan harus secepatnya dilakukan sebelum bencana yang lebih besar terjadi.
Sementara Armiati, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil III lainnya menyayangkan lambannya penanganan yang dilakukan selama ini sehingga bencana longsor terus berulang. Dia melihat, selama ini penanganan hanya ketika terjadi bencana yaitu sekedar menyingkirkan material longsor namun belum terlihat upaya melakukan pencegahan.
“Seharusnya instansi terkait jangan diam saja. Kalau tidak punya anggaran mari bicarakan bersama untuk mencari solusi. Jangan menunggu jatuh korban lebih banyak, kemudian saling menyalahkan,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Dapil III lainnya, Ismunandi Sofyan menambahkan, melihat kondisi saat ini, pemerintah kabupaten dan provinsi harus memastikan langkah atau upaya yang akan diambil untuk penanganan secara permanen. Apabila nanti terkendala anggaran, DPRD akan memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk mendapat bantuan.
“Pastikan dulu langkah atau upaya, rancang program penanganan permanen dan perkirakan kebutuhan anggaran. Kalau nanti anggaran kabupaten dan provinsi tidak mencukupi, kita akan perjuangkan ke pemerintah pusat,” kata Ismunandi.
Dalam kesempatan itu, Camat Malalak, Harmezi menungkapkan, longsor terus berulang di kawasan Malalak, bahkan setiap tahun. Kejadian longsor terakhir adalah pada pekan lalu dimana sedikitnya longsor terjadi di delapan titik.
“Akibatnya, terjadi penumpukan material longsor di sungai Batang Manguih dan kalau ini terus dibiarkan bisa mendatangkan bencana “galodo”,” katanya.
Dia menyatakan, ketika hujan lebat, warga di sekitar Batang Manguih terpaksa diungsikan untuk menghindari jatuhnya korban. Warga di kawasan itu masih trauma dengan bencana “galodo” yang terjadi pada tahun 2009 lalu.
Sementara itu, Camat Palembayan, Aryati mengungkapkan, titik longsor di wilayahnya semakin bertambah dari sebelumnya enam titik bertambah dua titik lagi. Jika kondisi itu dibiarkan, dia mengkhawatirkan longsor akan semakin parah dan mengancam keselamatan penduduk.
“Kalau terus dibiarkan, bukan saja mengganggu aktifitas perekonomian dan akses tetapi juga akan menjadi ancaman bagi keselamatan penduduk,” ungkapnya. (feb)






