
JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan tes urine terhadap seluruh pegawai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Selasa (13/12). Kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kemenpan RB.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pegawai di lingkungan Kementerian PANRB,” kata Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kantor Kementerian PANRB.
Dia mengatakan, rencananya kegiatan ini akan dilakukan secara berkala. Waktunya, akan dilakukan secara dadakan. “Kita akan lakukan secara berkala,” kata Atmaji.
Menteri PANRB, Asman Abnur mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, perang terhadap narkoba harus dilakukan secara massif.
“Kalau gerakan jauhi narkoba massif dilakukan maka akan menjadi benteng yang sulit ditembus oleh pengedar narkoba. Mereka akan terbentengi,” katanya.
Dikatakan, saat ini Indonesia menjadi pasar yang paling mudah bagi peredara narkoba. Semua negara seperti Afrika Selatan, Cina, bahkan Malaysia, banyak mengedarkan narkoba di Indonesia.
“Saat ini Indonesia tidak saja menjadi destinasi wisata tetapi juga menjadi “destinasi narkoba”,” kata Asman.
Untuk itu, dia meminta semua aparatur sipil negara memberikan kontribusi nyata dalam memerangi bahaya narkoba. Dia menyarankan, perang tersebut harus dimulai dari diri sendiri.
“Saya apresiasi kegiatan ini dan berharap seluruh ASN bisa menjadi duta anti narkoba,” kata Asman.
Sementara itu, Direktur Peran Serta Masyarakat BNN, Sinta Dame Simanjuntak mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi anti narkoba di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, seorang PNS harus handal untuk mengabdi pada lingkungannya, salah satunya melakukan kegiatan anti narkoba.
“PNS seharusnya menjadi role model penggiat anti narkoba. Namun, memang perlu bekal untuk memahami pahami dirinya sebagai duta anti narkoba, dan kami akan terus melakukan sosialisasi ini,” kata Sinta. (feb/*)






