
PADANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan jangkauan layanan keuangan kepada seluruh masyarakat hingga ke pelosok. Program Laku Pandai adalah salah satu gagasan yang sangat efektif dalam upaya tersebut. Program ini bahkan mendapat perhatian besar dunia internasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menerangkan, program Laku Pandai adalah program layanan perbankan tanpa kantor dalam rangka mendukung sasaran Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) yaitu tingkat literasi keuangan sebesar 75 persen pada tahun 2019.
“Laku Pandai adalah program layanan perbankan tanpa kantor untuk keuangan inklusif, memanfaatkan layanan jaringan teknologi informasi dengan tujuan memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat,” jelas Muliaman di Padang dalam sambutannya pada acara “Elok Laku Pandai Manabuang”, Sabtu (3/12).
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara OJK, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) dalam tujuan untuk mengajak dan mendorong masyarakat Sumatera Barat untuk lebih rajin menabung guna membangun masa depan keluarga lebih sejahtera.
“Masyarakat Sumatera Barat sudah dikenali memiliki semangat menabung yang tinggi dan ini merupakan potensi dana tabungan yang bagus karena dana masyarakat pada gilirannya akan disalurkan untuk membangun daerah,” lanjutnya.
Dengan merangkul berbagai lembaga perbankan konvensional dan syari’ah, OJK terus mendorong semakin luasnya akses masyarakat untuk mulai menabung dan meningkatkan jumlah tabungannya. Melalui Program Laku Pandai, akses akan semakin mudah karena sudah banyak Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) di berbagai desa di seluruh pelosok Tanah Air yang selama ini jauh dari jangkauan kantor bank.
Dia menambahkan, OJK terus mendorong jumlah rekening tabungan (Basic saving account/BSA) dan jumlah agen LAKU PANDAI terus bertambah sejalan dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) yang telah diluncurkan Pemerintah November lalu.
Jumlah rekening BSA Laku Pandai sampai akhir September 2016 sudah mencapai Rp93,79 miliar, jumlah yang cukup besar mengingat program Laku Pandai yang baru berumur setahun (Mei 2015) dan lebih banyak menjaring masyarakat berpenghasilan kecil.
“Sementara itu, jumlah agen Laku Pandai sampai September berjumlah 159.521 (peorangan) dan 968 (badan) yang berasal dari 15 bank peserta Laku Pandai. Untuk meningkatkan jumlah agen, ke depan OJK mendorong pemberian insentif kepada agen exiting maupun calon agen Laku Pandai,” tutupnya. (feb)





