
PADANG – Menjelang pergantian tahun baru 2016 ke 2017, inflasi di Kota Padang berada pada 3,78 persen. Kendati ada potensi kecenderung naik, namun Tim Inflasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang berupaya menekan agar berada pada angka yang ideal.
Wakil Walikota Padang, H. Emzalmi optimis fluktuasi inflasi bisa lebih terkendali. Namun, perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya kenaikan harga secara signifikan dan mendadak. Terutama komoditi cabe yang sering mempengaruhi inflasi akibat adanya spekulan yang mengambil keuntungan pada momen menjelang pergantian tahun.
“Kita optimis inflasi daerah lebih terkendali. Namun kita tetap mewaspadai kenaikan harga karena ulah spekulan yang mengambil keuntungan, “ujar Emzalmi usai Rapat Koordinasi TPID di Ruang Abu Bakar Jaar Balaikota Padang, Kamis ( 3/11).
Pada Rakor tersebut, Wawako berharap TPID dapat merumuskan kebijakan dan menyusun program kerja dalam penyelesaian masalah inflasi. Di antaranya masalah ketersediaan pangan, kelancaran distribusi barang dan jasa dengan harga yang terjangkau serta akses informasi perkembangan harga yang dapat dengan mudah diperoleh masyarakat.
“Menurut pengamatan kita, dewasa ini ada beberapa permasalahan dalam usaha pengendalian inflasi, ” ujarnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Kota Padang, Edhi Dharma selaku Koordinator TPID mengatakan, perlu ada evaluasi yang mendalam terhadap kondisi inflasi di Kota Padang sampai akhir tahun 2016.
“Cuaca ekstrim juga berpengaruh. Kemudian peningkatan kerjasama untuk pasokan dan ketersediaan pangan strategis,” imbuhnya. (der)





