
PADANG – Pengembangan Kawasan Wisata Mandeh sebagai destinasi pariwisata prioritas untuk Indonesia bagian barat terus dipacu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah provinsi dan kabupaten “mengeroyok” kawasan itu untuk melengkapi sarana prasarana infrastruktur, pemberdayaan dan promosi serta program penunjang lainnya. Sementara, investasi pihak swasta juga sudah menunggu untuk segera mengolah kawasan itu.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana untuk kesiapan sarana infraastruktur terutama untuk jalan. Tahun 2016 ini, sekitar Rp35 miliar telah dianggarkan untuk peningkatan jalan tembus Pesisir Selatan – Kota Padang yang melintasi kawasan Mandeh. Kawasan itu dalam masterplan pengembangan akan dibagi menjadi kawasan khusus dan kawasan pemberdayaan.
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Rabu (26/10) mengunjungi salah satu sudut kawasan wisata Mandeh yaitu Kampung Kapo Kapo. Kunjungan ini adalah dalam rangka meninjau lebih jauh potensi pengembangan dan pemberdayaan yang masih bisa digarap pemerintah provinsi Sumatera Barat.
“Untuk pengembangan kawasan ini dilakukan secara keroyokan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi Sumatera Barat dan pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Pusat dan daerah akan bagi-bagi tugas untuk Kawasan Mandeh,” kata Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat Apris terkait kunjungan tersebut.
Pemerintah provinsi, katanya, akan menitikberatkan program kepada pemberdayaan dan promosi. Dia menyebutkan, pemberdayaan dimaksud adalah melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk “Sadar Wisata” melalui berbagai program pelatihan dengan tujuan masyarakat bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM).
“Kawasan wisata Mandeh tidak kalah dengan kawasan lain di Indonesia namun untuk mendapatkan kemajuan harus didukung kesiapan masyarakat serta promosi yang lebih gencar lagi,” lanjutnya.
Dalam kunjungan itu, Apris didampingi beberapa orang anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat antara lain Achiar, Endarmy, Marlina Suswati dan Zusmawati serta Yulfitni Jasiran. Kunjungan ini didampingi Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Aprimas serta Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga kabupaten Pesisir Selatan Gunawan Gani bersama Kabid Pariwisata Armaini.
Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Aprimas menyebutkan, saat ini pemprov telah menyusun dan melaksanakan program di bidang pemberdayaan, promosi serta beberapa program lain untuk peningkatan infrastruktur baik melalui Dinas Pariwisata maupun dari dinas lain. Pada prinsipnya adalah, Kawasan Mandeh merupakan prioritas pengembangan pariwisata baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemkab Pesisir Selatan.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan Gunawan Gani menerangkan, pengembangan Kawasan Terpadu Mandeh akan dibagi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Pemberdayaan. Kawasan Ekonomi Khusus disiapkan sebagai kawasan padat modal untuk pengembangan wisata melalui investasi sementara kawasan pemberdayaan adalah untuk pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Pengembangan Kawasan Mandeh akan sejalan dengan pembinaan keterampilan masyarakat dalam bidang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai penunjang. Masyarakat diberikan pelatihan pengelolaan tempat penginapan seperti homestay dan cottage, pengelolaan transportasi untuk para wisatawan dan lainnya.
“Kawasan ini sesuai masterplan akan menjadi kawasan ekonomi khusus dan kawasan pemberdayaan. Persiapan Kawasan Mandeh menjadi destinasi wisata harus dilakukan dari berbagai sisi mulai dari sarana prasarana infrastruktur sampai kepada kesiapan masyarakat dan lainnya harus sejalan,” kata Gunawan.
Dia juga mengungkap, rencana membangun 1000 homestay kerjasama antara pemerintah pusat dengan salah satu bank BUMN saat ini hampir final. Homestay untuk menyambut para wisatawan nantinya akan dibangun di dalam kawasan. Disamping itu, saat ini beberapa homestay dan cottage juga sudah ada yang dibangun dan dikelola oleh masyarakat. Pemkab Pesisir Selatan telah membekali masyarakat yang mengelola dengan keterampilan melalui pelatihan dan studi banding membawa masyarakat ke beberapa daerah.
Seperti diketahui, Kawasan Mandeh ditetapkan sebagai program prioritas pengembangan pariwisata untuk Indonesia wilayah barat. Kawasan ini berada dalam wilayah Kecamatan koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, berbatasan langsung dengan Kota Padang. Pembangunan infrastruktur jalan telah dianggarkan melalui APBN sekitar Rp600 miliar dengan panjang ruas jalan sekitar 42 km. Kawasan Mandeh diyakini sangat potensial karena memiliki pemandangan laut yang indah sehingga menarik minat wisatawan berkunjung. (feb)






