
PADANG – Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat akan memanfaatkan peringatan Hari Hak Untuk Tahu se-Dunia atau Right to Know Day (RKD) untuk lebih gencar mengkampanyekan keterbukaan informasi. Sejumlah kegiatan akan digelar dengan melibatkan unsur masyarakat seperti senam massal, orasi dan pertunjukan teatrikal yang melibatkan kelompok seniman teater.
Ketua KI Sumatera Barat Syamsu Rizal menerangkan, peringatan RKD merupakan perdana setelah tahun kedua keberadaan KI di Sumatera Barat. Namun untuk tingkat pusat sudah yang kelima, seiring usia KI pusat yang sudah lima tahun.
“Hari Hak Untuk Tahu se-Dunia sudah diperingati oleh masyrakat di banyak negara dan di Indonesia sudah yang kelima kali sedangkan di Sumatera Barat sendiri ini merupakan yang pertama,” katanya didampingi komisioner KI Sumatera Barat lainnya kepada wartawan, Jumat (23/9).
RKD diperingati oleh masyarakat dunia setiap tanggal 28 September. Melalui peringatan ini, diharapkan keterbukaan informasi dapat tersosialisasi lebih luas di tengah masyarakat serta menguatkan komitmen badan publik penyelenggara negara terhadap tuntutan keterbukaan informasi yang diamanahkan undang-undang.
Komisioner KI Sumatera Barat selaku Ketua Pelaksana perngatan RKD, Yurnaldi menerangkan, beberapa kegiatan yang bakal digelar KI Sumatera Barat menyambut event tersebut antara lain Senam sehat, orasi dan pertunjukan teatrikal. Disamping itu, KI juga akan membuat Pondok Info sebagai aplikasi dari penyelenggaraan keterbukaan informasi.
“Dari kegiatan yang akan dilakukan ini, kami tentu berharap keterbukaan informasi akan semakin dipahami oleh masyarakat dan badan publik sehingga apa yang diamanahkan UU nomor 14 tahun 2008 dapat terwujud dan terlaksana,” katanya.
Kegiatan RKD akan dilaksanakan Minggu (25/9). Senam sehat, Orasi Sumbar Bicara dan Pondok Info akan dilaksanakan di kawasan GOR Agussalim. Sedangkan untuk pertunjukan teatrikal yang akan menggandeng Kelompok Seni Sanggar Teater Noktah akan digelar di bundaran depan gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat. (feb)






