Triwulan II 2016, Fungsi Intermediasi Bank Umum di Sumbar Menurun
  • Home
  • Berita
  • Triwulan II 2016, Fungsi Intermediasi Bank Umum di Sumbar Menurun

Triwulan II 2016, Fungsi Intermediasi Bank Umum di Sumbar Menurun

uang (ilustrasi/internet)
uang (ilustrasi/internet)

PADANG – Intermediasi perbankan di Sumatera Barat pada triwulan II tahun 2016 di Sumatera Barat sedikit menurun, seiring perlambatan kredit. Fungsi mediasi tersebut tercermin dari indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 140,9 persen dari sebelumnya 141,2 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Puji Atmoko menuturkan, penurunan LDR pada bank-bank umum tersebut diikuti oleh penurunan kualitas kredit. Terindikasi dari meningkatnya rasio Non Performing Loan (NPL) dari 3,0 persen pada triwulan I menjadi 3,3 persen pada triwulan II.

“Intermediasi bank umum di Sumbar sedikit menurun pada triwulan II, terlihat dari indikator LDR yang turun dari 141,2 persen pada triwulan I menjadi 140,9 persen. NPL kredit meningkat dari 3,0 persen pada triwulan I menjadi 3,3 persen,” kata Puji.

Meski demikian, ditinjau dari sisi kemampuan membayar hutang, korporasi di Sumatera Barat secara umum memiliki  risiko yang relatif terjaga. Dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan II tercermin hanya 3,3 persen korporasi yang menyatakan bahwa beban angsuran perbankan ke depan akan semakin berat.

“Kredit perbankan pada sektor korporasi di Sumatera Barat pada triwulan II 2016 mencapai Rp27,6 triliun, tumbuh sebesar 8,5 persen (year on year/ yoy). Kondisi tersebut relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 8,6 persen (yoy),” ujarnya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply