
PADANG – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diharapkan mampu menjadi pendorong kebangkitan pemuda di Sumatera Barat. Organisasi pemuda Nahldatul Ulama (NU) tersebut diharapkan bisa menjadi pilar penopang persatuan dan kesatuan pemuda serta pendorong dalam pencapaian program pembangunan sumberdaya manusia melalui pembinaan akhlak dan pendidikan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit sama-sama menyampaikan harapan tersebut dalam pertemuan Lailatul Ijtima’ GP Ansor di sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NU Sumatera Barat, Senin (15/8) malam.
“GP Ansor diharapkan menjadi pilar pemersatu, membangun kekompakan generasi muda di Sumatera Barat dalam rangka ikut berpartisipasi dalam pembangunan demi kemajuan daerah,” kata Ketua DPRD Hendra Irwan Rahim.
Hendra melihat, GP Ansor sebagai sebuah organisasi kepemudaan berbasis keagamaan, memiliki potensi besar dalam menjaga kekompakan dan rasa persatuan serta membangun generasi bangsa yang berbudaya dan berakhlak. Dengan potensi tersebut, diharapkan GP Ansor mampu memainkan peran yang sangat strategis dalam partisipasinya membangun Sumatera Barat.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengapresiasi GP Ansor sebagai sebuah organisasi pemuda berbasis agama, dibawah naungan organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Keberadaan GP Ansor di Sumatera Barat sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan pembangunan sumberdaya manusia berbasis keagamaan.
Menurut Nasrul, salah satu prioritas pembangunaan Sumatera Barat adalah pembangunan keagamaan sebagai wujud dari filosofi Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). GP Ansor diharapkan mengambil peran penting terhadap prioritas pembangunan tersebut.
Dia menambahkan, kondisi kekinian, banyak muncul permasalahan sosial di tengah masyarakat yang hendaknya menjadi perhatian bersama, tak terkecuali GP Ansor. Persoalan penyalahgunaan narkoba semakin hari semakin mengkhawatirkan. Ditambah lagi masalah sosial Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang semua itu merupakan ancaman yang tidak boleh diabaikan.
“Dalam rangka mencapai tujuan pembangunan dan memberantas penyalahgunaan narkoba, LGBT dan masalah sosial lainnya, kami tentu berharap peran semua pihak tak terkecuali GP Ansor,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga mantan pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat leonardy Harmainy yang juga hadir dalam kesempatan itu meminta GP Ansor menggiatkan peran di bidang pendidikan. Pendidikan dirasakan akan sangat efektif dalam membentuk karakter generasi bangsa.
“Seperti harapan pemerintah yang tentu saja menjadi harapan seluruh masyarakat untuk menciptakan generasi bangsa yang beriman dan berkarakter, kami menyarankan GP Ansor memfokuskan diri dalam bidang pendidikan,” katanya.
GP Ansor menggelar Lailatul Ijtima’ dalam rangka memperingati titik puncak sejarah perjuangan bangsa merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Dalam kesempatan itu, GP Ansor memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh Sumatera Barat antara lain Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Darman Harun, Febby Datuak Bangso nan Putiah, Darman Harun, Leonardy Harmainy serta beberapa tokoh lainnya.
Istimewanya, dalam kesempatan itu, GP Ansor juga menggelar tahlilan empat puluh hari wafatnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik. Almarhum Husni sendiri adalah salah seorang pengurus GP Ansor Sumatera Barat, meninggal dunia pada 7 Juli 2016 lalu di Jakarta. (feb)






