
PADANG – Tak ada sebab musabab, tak ada angin tak ada hujan apalagi gempa, Klenteng lama She Hin Kiong di Jalan Kelenteng Kelurahan Kampung Pondok Kecamatan Padang Barat Kota Padang Sumatera Barat, ambruk Sabtu sore (25/6). Hampir seluruh bagian bangunan runtuh berserakan menjadi puing – puing.
Ambruknya klenteng lama tersebut membuat warga setempat kaget. Kelenteng lama She Hin Kiong tersebut masuk dalam salah satu aset cagar budaya Kota Padang kelas A.
Menurut salah seorang warga, Zayjallres Riswa, bangunan klenteng lama itu sudah tidak diperhatikan lagi sejak gempa tahun 2009. Bahkan sempat berhujan berpanas beberapa lama walau akhirnya kembali diberi atap. Dia sangat menyayangkan ambruknya klenteng tersebut yang turut merusak beberapa karya seni yang ada di dalam bangunan.
Kelenteng See Hin Kiong lama ini diprakarsai dan didirikan oleh Kapten Lie Goan Hoat, Letnan Lie Soen Mo Serta Letnan Lie Lian It pada 1893, selesai dibangun pada 1897. Namun pada saat gempa 30 september 2009 lalu, bangunan klenteng sebagian hancur. Para tuako dan warga Tionghoa sepakat mendirikan Klenteng See Hin Kiong baru pada Desember 2010 di seberang jalan kelenteng lama. Maka kini bangunan Klenteng See Hin Kiong lama dijadikan sebagai museum.
Rick Hansen, warga lainnya juga menyanyangan peristiwa ambruknya bangunan lama Klenteng See Hin Kiong itu. Salah seorang pengurus Klenteng Hin Kiong menyatakan sudah menyampaikan peristiwa ambruknya klenteng lama tersebut kepada anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Albert Indra Lukman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi mengatakan belum mengetahui peristiwa itu. Dia menyebutkan bahwa klenteng tersebut memang salah satu cagar budaya kelas A.
“Peristiwa ambruknya klenteng tersebut hendaknya disampaikan secara tertulis oleh pengurus kepada Dinas Tata Ruang dan Bangunan secepat mungkin,” kata Medi. (baim)






