PADANG – Menghadapi bulan ramadhan 1437 H, Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim menghimbau masyarakat Kota Padang saling menghargai. Terutama bagi umat muslim yang menjalankan puasa agar dapat menjalankan ibadahnya dengan khusuk.
“Saling menghargai dan menghormati antar umat beragama sangat perlu sekali dalam hal ini. Terutama karena Kota Padang adalah kota dengan masyarakat yang multi etnis,” ujar Helmi dari Jakarta ketika dikonfirmasi padangmedia.com melalui selulernya, Jum’at (3/6).
Dikatakan Helmi, salah satu etnis di Kota Padang adalah etnis Tionghoa di kawasan Pondok yang kebanyakan non muslim. Untuk itu, bagi pedagang makanan di kawasan tersebut agar bisa membuatkan tulisan di warung, kedai atau rumah makan masing- masing yang berbunyi “khusus untuk non muslim”.
“Dengan demikian, bisa dikatakan bagi muslim yang makan minum di sana berarti dia tidaklah orang muslim yang beriman. Kerena dalam Islam disebutkan ‘Hai orang – orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana orang – orang sebelum kalian semoga kamu bertaqwa,” ujar Helmi.
Sementara bagi pedagang di kawasan Pasar Raya Padang yang masih membandel diminta untuk ditindak tegas oleh Satpol PP. Tidak ada beking-bekingan dalam hal ini, tegasnya . Sesuai program Pemko menciptakan Padang yang Religius,” pungkas Helmi.
Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Iswandi Mucthar dan anggota Komisi IV DPRD Padang Usman Ismail. Iswandi meminta para pedagang tidak menjual makanan pada siang hari. Termasuk pedagang yang berada di kawasan objek wisata agar tidak buka pada siang hari untuk saling menghormati umat muslim yang lagi menjalankan ibadah puasa.
Iswandi juga minta para pemilik tempat hiburan malam di Kota Padang agar tutup selama bulan ramadhan. Pemko Padang perlu mengeluarkan edaran agar seluruh tempat hiburan malam ditutup selama sebulan penuh ramadhan, ujarnya.
“Kami harapkan agar segala music room dan juga pasar malam tidak beroperasi selama bulan ramadhan. Mari bersama saling menjaga antar umat beragama di Kota Padang. Hargai umat Islam yang sedang menjalankan ibadah,” imbaunya.
Sementara, Usman Ismail yang akrab di panggil BU minta semua masyarakat Kota Padang saling menghormati dan menghargai, terutama terhadap umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa selama ramadhan.
“Bagi umat muslim yang tidak menjalani ibadah puasa atau umat yang non muslim, kalau mau makan, jangan di tempat terbuka. Sesuai edaran dari pemerintah kota, pedagang makanan baru boleh buka mulai pukul 4 sore. Kalau siang hari, hormati umat muslim yang lagi menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (baim)





