Pertemuan Tingkat Tinggi TPID Sumbar, Perkuat Sinergi dan Kerja Sama Antardaerah
  • Home
  • Berita
  • Pertemuan Tingkat Tinggi TPID Sumbar, Perkuat Sinergi dan Kerja Sama Antardaerah

Pertemuan Tingkat Tinggi TPID Sumbar, Perkuat Sinergi dan Kerja Sama Antardaerah

WhatsApp Image 2026 09 18 at 11.11.21

PADANG- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat bersama TPID kabupaten/kota se-Sumatera Barat dan para pemangku kepentingan melaksanakan High Level Meeting (HLM) TPID Triwulan III Tahun 2026 di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Kamis (17/9/2026).

HLM atau pertemuan tingkat tinggi TPID tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi di Sumatera Barat. Pertemuan itu merupakan salah satu agenda TPID dalam rangka mengevaluasi perkembangan inflasi, memastikan efektivitas langkah-langkah pengendalian inflasi, serta memitigasi berbagai risiko inflasi ke depan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yozawardi Usama Putera dalam pertemuan itu menegaskan bahwa pengendalian inflasi perlu terus diperkuat. Termasuk untuk memitigasi risiko tekanan inflasi ke depan yang bersumber dari gangguan produksi, cuaca ekstrem, peningkatan permintaan, dan kendala distribusi.

“Sejalan dengan hal tersebut, penguatan kerja sama antardaerah dari daerah surplus ke daerah defisit perlu terus didorong guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga,” kata Yosawardi.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram menambahkan, daerah juga perlu mengantisipasi potensi tekanan inflasi sebagai dampak peningkatan tensi geopolitik, khususnya yang bersumber dari dinamika harga energi dan nilai tukar.

Menurut Majid, dalam perkembangannya, tekanan inflasi Sumatera Barat meningkat di Triwulan II 2026. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya harga cabai merah akibat gangguan produksi yang dipengaruhi tingginya curah hujan di berbagai sentra hortikultura.

“Pada saat yang sama, kelompok transportasi turut mencatat peningkatan tekanan inflasi seiring kenaikan harga energi global yang mendorong peningkatan harga BBM nonsubsidi serta tarif angkutan Udara,” terangnya.

Memasuki Triwulan III 2026, Majid menyampaikan, tekanan inflasi mulai menunjukkan penurunan. Inflasi tahunan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,76 persen year on year (yoy), semakin mendekati kisaran target inflasi nasional.

“Penurunan tersebut didukung oleh melandainya inflasi bulanan yang tercatat sebesar 0,18 persen month to month (mtm) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,23 persen year to date (ytd),” kata Majid.

Kondisi itu, lanjutnya, sejalan dengan membaiknya pasokan beberapa komoditas pangan, khususnya qawang merah, yang didukung oleh peningkatan produktivitas melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Meskipun demikian, upaya pengendalian inflasi perlu terus diakselerasi di seluruh kabupaten/kota agar inflasi dapat kembali berada dalam kisaran target inflasi sebesar 2,5%±1%.

“Berkenaan dengan berbagai risiko tersebut, HLM TPID Triwulan III 2026 menegaskan komitmen untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui penguatan kerja sama qntardaerah berbasis business-to-business (B2B). Termasuk di dalamnya memfasilitasi hubungan produsen di daerah surplus dengan off-taker di daerah defisit (business matching),” tutupnya. F

Berita Terkait

Leave a Reply