Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB)
Oleh: Dra. Nerosti, M.Hum, Ph.D (Ketua Pengabdi)
Pada Tanggal 31 Agustus 2026 telah berlangsung pergelaran Randai dengan cerita Umbuik Mudo yang dimainkan oleh 22 orang Siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP di GOR UNP Padang. Pergelaran Tersebut Merupakan Hasil Pelatihan Dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB), yang berjudul “Inovasi Randai Billingual (Bahasa Daerah-Bahasa Inggeris) Dalam Meningkatkan Mata Pelajaran Seni Budaya Berbasis Global Di SMP Pembangunan Laboratorium UNP”.
Peserta dalam pelatihan Randai Billingual tersebut adalah Siswa SMP Pembangunan Laboratorium UNP dengan membawakan cerita Umbuik Mudo. Pelatihan Randai inovatif bilingual, dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Daerah dan Bahasa Inggeris perlu diterapkan. Randai yang merupakan kesenian asli Minangkabau tidak hanya sebagai hiburan saja, tetapi juga sebagai media pembelajaran nilai-nilai adat, cerita rakyat, serta pesan moral. Untuk itu perlu dilestarikan dan diwariskan lintas generasi.
Pelestarian perlu disesuaikan dengan kondisi zaman yang selalu mengalami perubahan. Dengan membawakan Cerita Klasik Minangkabau yaitu cerita Umbuik Mudo. Umbuik Mudo sebuah kisah seorang anak muda yang tinggal dengan ibunya dalam kehidupan yang sangat sederhana.
Suatu ketika berkenalan dengan Puti Galang Banyak, seorang gadis anak orang kaya dan terpandang di kampung tersebut. Namun Puti Galang Banyak menghina Umbuik Mudo, akhirnya Umbuik Mudo pergi merantau karena di kampung tidak dipandang. Akhirnya Puti Galang Banyak menyesal.
Cerita ini dibawakan oleh 22 orang pemain Randai, cerita Umbuik Mudo dibawakan oleh 4 orang tokoh sebagai Umbuik Mudo, Puti Galang Banyak, Ibu Umbuik Mudo dan sahabat Umbuik Mudo, 2 orang sebagai pembawa cerita atau Gurindam; 10 orang legaran; dan 6 orang pemain music, yang terdiri dari 3 orang pemain talempong, 1 orang peniup sarunai, 1 orang pemain gendang, dan 1 orang pemain gandang tasa.
Melalui metode Partisipatory Rural Appraisal (PRA) strategi pembelajaran aktif, tunjuk ajar secara langsung oleh instruktur, dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam mewujudkan kelompok Randai. Pelatihan dilaksanakan oleh dosen Sendratasik, Bahasa Inggeris dan DKV bersama mahasiswa pengabdi, sebagai berikut:
(1) Pelatihan gerak Randai berbasis silat (Denny Setiadi, S.Pd didampingi oleh Hendri Yusuf, M.Pd);
(2) Pelatihan dendang atau lagu Randai dalam bahasa Minangkabau Rafly Adian Pranata S.Pd didampingi oleh Dra. Nerosti, M.Hum., Ph. D; (3) Pelatihan dialog dan gurindam atau pasambahan dalam Bahasa Minangkabau dan Bahasa Inggris (Faizi Filhayati Arrohman, S.Pd didampingi oleh Yati Aisya Rani, M.Pd dan Dra. Nerosti, M.Hum., Ph.D, dan Hendri Yusuf., M.Pd;
(4) Pelatihan dendang dan musik pengiring Randai oleh Dr. Yensharti, M.Sn dan Amalia Azzahra Kamal, S.Pd Guru Seni Budaya SMP Pembangunan Laboratorium UNP.

Pelatihan Randai di SMP Laboratorium UNP yang berjalan selama 10 kali setiap hari Rabu dan Jum’at (jam 11.00 hingga 15.00 WIB). Pengaturan jadwal yang telah disepakati dengan pihak sekolah disesuaikan dengan kegiatan rutin siswa misalnya menjaga waktu shalat. PRA juga dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) melalui pendekatan working with community yang melibatkan kelompok-kelompok yang telah dibentuk dan dibantu oleh guru Seni Budaya dan intruktur dari mahasiswa Prodi Pendidikan Tari Sendratasik dan Bahasa Inggeris.
Dialog Umbuik Mudo dengan Puti Galang Banyak dalam dua Bahasa dapat dijelaskan sebagai berikut:
Gadih Galang Banyak
“Umbuik Mudo, den tahu angku urang nan baiek” (Umbuik Mudo, I know you are a good person)
“Tapi awak indak samo” (But we are not the same.)
“Den anak urang gadang di nagari ko.” (I am the daughter of a respected noble family in this village.)
“Samantaro angku hanya urang biaso.” (Meanwhile you are just an ordinary man.)
Umbuik Mudo
“Uni, apo salahnyo urang biaso punyo hati nan jujur?” (Is it wrong for an ordinary man to have a sincere heart?)
“Harga diri manusia indak diukua dari pangkaik jo harato.” (A person’s value is not measured by status or wealth.)







