KONI Pessel Sepakat Minta Jadwal Pelaksanaan Porprov XVI Sumbar Diundur
  • Home
  • Berita
  • KONI Pessel Sepakat Minta Jadwal Pelaksanaan Porprov XVI Sumbar Diundur

KONI Pessel Sepakat Minta Jadwal Pelaksanaan Porprov XVI Sumbar Diundur

WhatsApp Image 2026 09 17 at 21.31.49

PAINAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pesisir Selatan sepakat meminta pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 diundur. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat koordinasi bersama seluruh pengurus cabang olahraga (Pengcabor), Kamis (17/9), membahas kesiapan kontingen menghadapi Porprov XVI, yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.

Rapat koordinasi itu dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando, perwakilan Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pesisir Selatan, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli, serta perwakilan seluruh Pengcab olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli mengatakan, hasil rapat menyimpulkan bahwa kontingen Pesisir Selatan membutuhkan tambahan waktu untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam Porprov.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan kurangnya dukungan terhadap pelaksanaan Porprov. Tambahan waktu dibutuhkan untuk menuntaskan berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari administrasi, anggaran, atlet, pelatih, ofisial, perlengkapan pertandingan hingga kebutuhan teknis lainnya.

“Kami tetap mendukung penuh pelaksanaan Porprov. Yang kami harapkan adalah adanya penyesuaian jadwal sehingga seluruh persiapan kontingen dapat dilakukan dengan baik,” kata Adli.

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, KONI bersama seluruh Pengcab di Pesisir Selatan sepakat mengusulkan perubahan jadwal pelaksanaan Porprov XVI. Porprov yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 diusulkan diundur menjadi 1–12 Desember 2026.

Adli melanjutkan, usulan tersebut bukan keputusan sepihak KONI Pesisir Selatan, melainkan hasil kesepakatan bersama seluruh cabang olahraga. Kesepakatan itu juga diperkuat dengan tanda tangan para pimpinan cabang olahraga yang tercantum dalam daftar hadir rapat koordinasi.

Sebelum menggelar rapat koordinasi bersama Pengcab, pengurus KONI Pesisir Selatan telah bertemu dengan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni untuk membahas kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Dalam pertemuan tersebut, Hendrajoni memberikan ruang kepada KONI dan seluruh cabang olahraga untuk menyampaikan kondisi serta pertimbangan masing-masing terkait kesiapan mengikuti Porprov.

Menurut Adli, bupati tidak mengintervensi keputusan yang akan diambil. Pemerintah daerah memberikan ruang agar keputusan tersebut benar-benar lahir dari pembahasan bersama dan menjadi pilihan terbaik bagi Pesisir Selatan.

“Pak Bupati memberikan ruang kepada kita semua untuk memilih opsi terbaik. Beliau tidak mengintervensi kebijakan yang lahir dari pembahasan KONI bersama cabang olahraga,” ujar Adli.

Ruang tersebut kemudian dimanfaatkan KONI bersama seluruh Pengcab untuk membahas kesiapan kontingen secara menyeluruh sebelum diberangkatkan mengikuti Porprov.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan Ronald Bernando memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap keikutsertaan kontingen Pesisir Selatan pada Porprov XVI Sumatera Barat 2026 tetap berjalan. Ronald mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,185 miliar melalui APBD Perubahan Tahun 2026 untuk mendukung pelaksanaan Porprov.

“Untuk pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat 2026, pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp 2.185.000.000 pada APBD Perubahan Tahun 2026,” katanya.

Menurut Ronald, pengalokasian anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mendukung para atlet dan kontingen daerah untuk berlaga pada Porprov XVI.

“Pada prinsipnya, pemerinttah daerah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan kontingen Pesisir Selatan. Anggarannya telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran tersebut tetap harus dilaksanakan secara tertib serta mengikuti mekanisme pengelolaan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap penggunaan anggaran tentu harus melalui tahapan dan mekanisme yang berlaku. Dukungan pemerintah daerah sudah tersedia, tetapi pelaksanaannya tetap harus tertib administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Ronald.

Dengan telah disiapkannya anggaran tersebut, Ketua KONI Pesisir Selatan M. Adli menegaskan bahwa usulan pengunduran jadwal bukan disebabkan ketiadaan dukungan pemerintah daerah ataupun tidak tersedianya anggaran. Menurut Adli, persoalan yang menjadi perhatian saat ini adalah waktu pelaksanaan yang dinilai terlalu dekat dengan tahapan persiapan kontingen.

“Penyesuaian jadwal akan memberikan waktu yang lebih memadai bagi KONI dan seluruh cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet, menyelesaikan administrasi, serta memenuhi berbagai kebutuhan kontingen sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” kata Adli.

Ia menilai, persiapan yang matang dibutuhkan agar kontingen Pesisir Selatan tidak sekadar hadir dalam Porprov, tetapi juga mampu bertanding secara maksimal dan membawa prestasi bagi daerah. Karena itu, usulan pengunduran jadwal diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada KONI dan seluruh Pengcab untuk menuntaskan setiap tahapan persiapan secara terukur.

Adli berharap usulan yang telah menjadi kesepakatan KONI dan seluruh Pengcab tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan Gubernur Sumatera Barat serta KONI Sumatera Barat dalam menetapkan jadwal Porprov XVI 2026. Ia memastikan Pesisir Selatan tetap berkomitmen mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat dan akan mempersiapkan atlet serta seluruh kontingen secara maksimal.

“Kami berharap ada penyesuaian jadwal agar persiapan atlet dan seluruh kebutuhan kontingen dapat dilaksanakan secara matang,” ucap Adli. MIL

Berita Terkait

Leave a Reply