PADANG- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 dan SMAN 17 Padang mendapatkan bantuan laptop melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman. SMAN 17 Padang menerima 80 unit laptop sementara SMAN 12 Padang menerima 60 unit.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman Jumat (28/8/2026) menjelaskan, bantuan laptop untuk dua sekolah tersebut sudah diserahkan beberapa waktu lalu. SMAN 17 Padang diberikan bantuan karena sekolah tersebut merupakan sekolah baru yang mulai beroperasi tahun 2022. Sedangkan SMAN 12 Padang merupakan salah satu sekolah terdampak bencana banjir terparah pada peristiwa akhir November 2025 lalu.
Evi Yandri menjelaskan, pengalokasian pokir untuk bantuan laptop ke sekolah-sekolah tersebut sebagai dukungan kepada program pemerintah untuk digitalisasi pendidikan.
“Bantuan ini sejalan dengan program pemerintah yaitu digitalisasi pendidikan sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia seiring perkembangan teknologi informasi yang semakin maju,” kata Evi Yandri.
Ia menambahkan, untuk kemajuan negara dan daerah harus lebih mengutamakan pendidikan, karena itu menjadi dasar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seiring perkembangan teknologi, digitalisasi pendidikan perlu diterapkan secara lebih maksimal sehingga generasi bangsa memiliki daya saing yang kuat di era digital.
Ia mengingatkan, globalisasi menuntut kemampuan generasi muda yang tangguh melalui pendidikan dan keterampilan yang memadai. Untuk itu, generasi bangsa dituntut untuk serius dalam menimba ilmu dan menempa kemampuan dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tantangan.
Dalam kesempatan kunjungan reses ke dua sekolah tersebut beberapa waktu lalu, Evi Yandri juga mengingatkan agar siswa menjaga diri jangan sampai terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya.
“Jangan mempertaruhkan masa depan dengan mencoba-coba menyentuh narkoba, sekali terjerumus maka masa depan kalian akan hancur. Termasuk juga perilaku negatif lainnya seperti tawuran, juga judi online. Jangan coba-coba,” tegasnya.
Ia meminta pihak sekolah untuk melakukan pengawasan dan memberikan perhatian terhadap siswa. Meningkatkan rasa peduli akan membuat siswa merasa lebih nyaman dalam belajar, focus kepada pengembangan diri, dan tidak tertarik untuk berperilaku negatif. F







