PADANG PANJANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan menggelar tablig akbar di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Center, Rabu (26/8). Momentum tersebut menjadi ajakan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan masyarakat.
Tabligh akbar menghadirkan penceramah Ustaz Asep Zazang Herma Ismail itu, diikuti Walikota Hendri Arnis, unsur Forkopimda, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), pimpinan instansi, kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemko, ketua RT, kepala sekolah, serta pelajar di sekitar kawasan Islamic Centre.
Dalam sambutannya, Wako Hendri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah. Menurutnya, identitas tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamalan nilai-nilai agama dan akhlak mulia.
“Mari kita jaga kota kita agar terhindar dari musibah dan bencana. Hindari perbuatan maksiat yang dimurkai Allah SWT, sehingga kota kita senantiasa dijaga dan dilindungi,” ujarnya.
Hendri juga menyampaikan, Pemerintah Kota tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat identitas Kota Serambi Mekkah. Salah satunya melalui rencana penyusunan peraturan daerah yang mengatur penghentian sementara aktivitas ketika waktu salat telah masuk.
“Kita akan menyiapkan sebuah perda, salah satunya untuk menghentikan aktivitas ketika waktu sholat masuk. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat Kota Serambi Mekkah. Insyaallah kita wujudkan pada 2027 dan untuk itu kami memohon dukungan dari kita semua,” katanya.
Menurut Hendri, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk mengambil teladan dari kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ustaz Asep dalam tausiyahnya mengajak jemaah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Ia mengingatkan pentingnya menumbuhkan sifat rendah hati, memiliki rasa malu untuk berbuat buruk, serta terus memperbaiki akhlak. Menurutnya, kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diraih dengan memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan mengikuti keteladanan Rasulullah SAW.
“Musuh kita adalah setan. Karena itu, mari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti akhlak Rasulullah SAW,” pesannya.
Masyarakat harus terus menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang religius, berakhlak, dan penuh kepedulian terhadap sesama. (de)







