Pelalawan- Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Sei Siak menyalurkan bantuan paket alat kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel kepada tim lapangan dan masyarakat setempat di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Bantuan tersebut disalurkan bersama pemerintah daerah setempat dan BPBD Kabupaten Pelalawan (25/8) untuk membantu penanganan penanggulangan asap di Riau, dalam hal ini Kecamatan Kerumutan.
Penjabat Sementara (Pjs) Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Silvani Maiyestuhariani menegaskan, bantuan tersebut sebagai reaksi cepat bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan yang mengakibatkan asap dan mulai mengganggu aktivitas dan kesehatan warga setempat.
Silvani menegaskan, Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat. Melalui aksi tanggap darurat tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu penanganan penanggulangan asap di Riau, khususnya Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” kata Silvani.
Satu bulan terakhir, titik-titik api di Kabupaten Pelalawan mulai muncul, terutama di Kecamatan Kerumutan. Kecamatan Kerumutan menjadi kecamatan terparah dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan yang terdampak karhutla. Kebakaran terjadi di tengah lahan sawit milik masyarakat dengan luasan hampir 10 hektar. Musim kemarau atau el nino yang sedang melanda Indonesia menjadi salah satu alasan keringnya hutan dan lahan. Namun tidak hanya karena alam, pemicu kebakaran hutan dan lahan sebagian besar juga karena perbuatan manusia.
Ketua Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan menerangkan, penyebab karhutla 99 persen dipicu oleh manusia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja, hanya 1 persen disebabkan oleh kemarau.
“Kecamatan Kerumutan menjadi kecamatan terparah di Kabupaten Pelalawan yang terdampak karhutla. Terlebih lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik basah. Lahan gambut yang terbakar tidak hanya berada di permukaan, tetapi bisa membara jauh di dalam tanah,” terang Zulfan.
Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Pertamina atas bantuan yang diberikan. Tim pemadam yang siaga 24 jam memiliki potensi terjangkit penyakit pernapasan yang tinggi karena paparan asap dalam jangka waktu yang lama.
“Bantuan ini dapat meminimalisir potensi tersebut dan tim dapat bekerja dengan kondisi yang aman dan nyaman,” ujar Zulfan. F







