SCF 2026, Transformasi Digital untuk Penguatan Kapasitas UMKM Sumbar
  • Home
  • Berita
  • SCF 2026, Transformasi Digital untuk Penguatan Kapasitas UMKM Sumbar

SCF 2026, Transformasi Digital untuk Penguatan Kapasitas UMKM Sumbar

Aida S Budiman

PADANG- Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) Tahun 2026 diharapkan semakin mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas, Go Digital, dan Go Export. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi penguatan kapasitas UMKM, korporatisasi, perluasan akses pembiayaan, serta fasilitasi akses pasar di tingkat daerah, nasional, dan global.

Anggota Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual pada pembukaan SCF Tahun 2026 di Pangeran Beach Hotel, Padang, Jumat (30/8/2026) menyampaikan, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan UMKM tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi.

“Ajang SCF di Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya untuk mendorong penguatan tersebut, serta mendorong UMKM bertransformasi ke sistem digital dalam peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pemasaran,” kata Aida.

Ia menerangkan, digitalisasi diarahkan tidak hanya untuk mempermudah pembayaran, tetapi juga memperkuat pemasaran, pencatatan transaksi, efisiensi usaha, serta akses UMKM terhadap pembiayaan dan pasar. Bank Indonesia telah mengembangkan berbagai sistem yang bertujuan untuk mempermudah transaksi digital masyarakat seperti BI-Fast dan Quick Respos Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Mohammad Abdul Majid Ikram menambahkan, hingga triwulan II tahun 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat mencapai 1,08 juta dengan sekitar 754 ribu merchant, sementara volume transaksi tumbuh 158 persen year on year (yoy).

SCF

SCF Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (28 sampai 30 Agustus 2026). Majid menerangkan, melalui SCF Fair, SCF Forum, SCF Competition, serta entertainment dan cultural performance, SCF 2026 mempertemukan pelaku UMKM dan insan kreatif dengan pasar, buyer, perbankan, investor, dan jejaring usaha.

SCF Fair menghadirkan 60 pelaku  UMKM dalam zona Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative, serta Zona Edukasi. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk usaha berbasis keberlanjutan.

Zona Edukasi turut menghadirkan QRIS Experience, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen, dan ekonomi syariah. SCF turut memfasilitasi business matching pembiayaan kepada UMKM senilai Rp.101.918.811.947,00 yang bertujuan untuk membuka peluang kerja sama usaha bagi pelaku UMKM.

SCF Forum menghadirkan talkshow, workshop, dan business matching dengan tema strategis, antara lain literasi dan perencanaan keuangan, pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk foto produk, digitalisasi dan pelindungan data UMKM, ekspor, ekonomi hijau, kesehatan, ekonomi dan keuangan syariah, serta pengembangan fesyen.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Finance Talks “Cerdas Mengelola Keuangan, Berdaya Menata Masa Depan” bersama Ligwina Hananto, dan Creative Economy Talks “AI Product Photoshoot for UMKM: Create Easier, Grow Faster” bersama Bhaotsudanco. Selain itu juga Digital Talks mengenai digitalisasi dan pelindungan data UMKM sinergi BI dan perbankan.

Selanjutnya ada forum “Dari Nagari ke Luar Negeri: Mendorong UMKM Nagari Go Export”, business matching ekspor, West Sumatra Coffee Showcase 2026, talkshow ekonomi hijau “Inspiring Healthy Living with dr. Reisa Broto Asmoro”; talkshow ekonomi dan keuangan syariah “Wajib Halal Oktober”, serta workshop fashion Class Citra Nusa”.

Sementara SCF Competition melibatkan masyarakat, komunitas, perbankan, dan pelaku usaha melalui Choir Competition Dharma Wanita Persatuan, lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar, Bankers Competition, serta Fashion Show Competition Badan Kerja Sama Organisasi Wanita. Pertunjukan seni, budaya, dan penampilan musisi lokal maupun nasional turut dihadirkan sebagai daya tarik sekaligus sarana promosi ekonomi kreatif Sumatera Barat.

Melalui semangat “Dari Nagari untuk Negeri”, Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi. *

Berita Terkait

Leave a Reply