PADANG- Sumatera Barat Creative Economy Sumatera Barat (SCF) Tahun 2026 resmi digelar, Jumat (28/8/2026). Ajang promosi produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang digelar Bank Indonesia ini akan berlangsung selama tiga hari sampai Minggu (3/8/2026).
Membukan SCF tahun 2026, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan, ajang tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk naik kelas. SCF menjadi kesempatan bagus bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran bagi produk-produk unggulannya.
“Ini merupakan peluang bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang, kesempatan untuk semakin mengenalkan berbagai produk unggulan yang dimiliki demi memperluas jangkauan pemasaran,” kata Mahyeldi.
Ia menyebutkan, UMKM merupakan salah satu kekuatan penopang ekonomi masyarakat yang telah terbukti tangguh dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Untuk itu, harus terus didorong untuk berkembang agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Mahyeldi menyebut, perkembangan UMKM secara kuantitas tumbuh signifikan. Saat ini menurutnya, tercatat lebih dari 700 ribuan UMKM di Sumatera Barat. Meski demikian, beberapa pelaku UMKM masih kesulitan menghadapi kendala yang memengaruhi tingkat produktivitas usahanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sebut Mahyeldi, telah menyediakan layanan Klinik UMKM yang bertujuan untuk wadah bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi terkait pengembangan usahanya.
Ia berpesan kepada seluruh pelaku UMKM agar tidak hanya fokus kepada bagaimana memasarkan, namun juga harus memperhatikan kualitas produk. Hal itu penting agar produk-produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang kuat menghadapi persaingan pasar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sumatera Barat atas terselenggaranya SCF Tahun 2026 sebagai wadah yang tepat bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Ia berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan kesempatan selama tiga hari penyelenggaraan SCF untuk memperluas jangkauan produk-produk unggulan yang dihasilkan, F







