AGAM – Sejak Januari hingga 31 Oktober 2015, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, telah menyalurkan zakat sebesar Rp6.198.736.647.
Ketua Baznas Kabupaten Agam, Isman Imran, mengatakan kepada Padangmedia.com, senin (9/11), zakat yang disalurkan itu telah menyebar ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Agam, dengan jumlah penerima 7.014 mustahik dari lima program yang dibentuk oleh Baznas yaitu, Agam Cerdas, Agam Makmur, Agam Peduli, Agam Sehat dan Agam Taqwa.
Ia menjelaskan, Kecamatan Ampek Nagari jumlah zakat yang disalurkan sebesar Rp235.492.000 untuk 303 mustahik, Tanjung Mutiara sebesar Rp189.473.500 untuk 189 mustahik, Lubuk Basung sebesar Rp1.252.732.840 untuk 1.250 mustahik, Tanjung Raya sebesar Rp385.979.000 untuk 736 mustahik,
Selanjutnya Kecamatan Matur sebesar Rp297.799.800 untuk 280 mustahik, Palembayan sebesar Rp394.630.000 untuk 427 mustahik, IV Koto sebesar Rp426.200.000 untuk 310 mustahik, Malalak sebesar Rp187.800.000 untuk 176 mustahik, Banuhampu sebesar Rp295.119.100 untuk 275 mustahik.
Kecamatan Canduang sebesar Rp387.000.000 untuk 421 mustahik, Ampek Angkek sebesar Rp523.848.907 untuk 506 mustahik, Kamang Magek sebesar Rp499.969.000 untuk 989 mustahik, Sungai Puar sebesar Rp162.450.000 untuk 110 mustahik, Tilatang Kamang sebesar Rp487.727.000 untuk 415 mustahik, Baso sebesar Rp346.415.500 untuk 445 mustahik, Palupuah sebesar Rp126.100.000 untuk 182 mustahik.
“Penyaluran zakat melalui program Agam Cerdas sebesar Rp2.427.324.840 untuk 3.137 mustahik, Agam Makmur sebesar Rp1.441.439.800 untuk 752 mustahik, Agam Peduli sebesar Rp1.625.842.600 untuk 1.515 mustahik, Agam Sehat sebesar Rp392.245.407 untuk 167 mustahik dan Agam Taqwa sebesar Rp311.884.000 untuk .443 mustahik,” terang Isman.
Dikatakan Isman, zakat yang masuk ke Baznas Agam sebesar Rp7.190.135.123 yang beraal dari SKPD atau instansi serta penyelenggara sekolah sebesar Rp7.061.614.753, swasta dan individu sebesar Rp98.825.157, zakat fitrah Rp6.568.000, Basil dari BPD Syari’ah Rp5.594.876 dan Basil dari BSM Rp17.532.337.
“Mudah-mudahan zakat yang diterima mustahik selama ini bisa bermanfaat baik untuk kebutuhannya sehari-hari maupun untuk buka usaha lainnya,” harap Isman.
Selain itu Isman juga mengharapkan, ke depannya lebih banyak lagi muzaqi yang berzakat melalui Baznas Agam, supaya lebih terkoordinir penyalurannya dan tepat sasaran.
Sebab sebelum menyalurkan zakat pihaknya melakukan peninjauan kelapangan terlebih dahulu dan data yang didapat langsung diverifikasi untuk menentukan layak tidak layaknya menerima zakat tersebut. (fajar)







