PADANG–Menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil), Wahyu Iramana Putra memanfaatkan waktu reses, yang merupakan waktu masa tenang akhir sidang akhir III tahun 2015, di Komplek Perumahan Bukit Berlindo, RT03/RWV Kelurahan Gunungpangilun, Kecamatan Padang Utara.
Beberapa warga yang menghadiri pertemuan itu mengajukan berbagai pertanyaan ke Wahyu Iramana Putra selaku anggota dewan dan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Padang. Mulai dari pengaspalan jalan, drainase, sampai terkait kesejehateraan para guru PAUD dan para majelis Taqlim. Warga meminta agar wakil mereka itu dapat menyuarakan aspirasi dan dapat terealisasi di tahun 2016, termasuk yang tidak terealisasi di tahun 2015 ini.
Selain menyerap aspirasi konstetuennya, Wahyu juga sempat menjabarkan terkait proses pelaksanaan dana APBD serta pencerdasan terkait perolehan akan dana Hibah dan Bansos.”Jika selama ini masih belum ada realisasi pembangunan yang belum terselesaikan dengan baik, kita dorong bersama-sama untuk tahun 2016. Maka dari itu dari sekarang ajukan dan daftarkan dan aspirasi tersebut akan direaliasikan sama banyak,” kata Wahyu Iramana Putra saat berhadapan dengan ratusan warga dalam kegiatan reses itu.
Ia bahkan mengajak masyarakat untuk mengawal program dari pemko Padang. Sepanjang itu bagus kewajiban bersama untuk mendukung, akan tetapi ketika tidak sesuai, maka wajib hukumnya untuk menegur. Sebab untuk tahun mendatang sambungnya lagi, bahwa banyak kebijakan kepala daerah kota Padang yang nantinya akan dilaksanakan,oleh karena itu perlu pengawalan bersama, sehingga tidak ada satu pun kebijakan yang tidak terlepas dari pantauan masyarakat. Sebab, dibuatnya kebijakan untuk kepentingan masyarakat dan proses percepatan pembangunan ibukota provinsi Sumbar.
Dari reses tersebut, Wahyu menekankan dan meminta kepada konstetuennya untuk melaporkan segala sesuatu hal yang tidak berpihak akan kesejahteraan rakyat. “Bagi yang selama ini masih belum tersentuh, sedang dan sudah tersentuh pembangunan, untuk bersama-sama mengawal dan mendorong sehingga semuanya dapat merasakan akan pemerataan pembangunan daerah,”ungkapnya.(baim).







