
PADANG – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengungkapkan event Tour de Singkarak (TdS) 2018 masih banyak kekurangan, seperti adanya pembalap yang kecelakaan karena jalan yang tidak rata dan banyak berlobang.
“Saya berharap kegiatan TdS ini dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, seperti diadakanya pameran promosi hasil kerajinan tangan dari daerah setempat, kalau perlu diadakanya pasar malam,kesenian daerah agar ‘gezah’ dapat diingat selalu dan akan ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh masyarakat,” kata Nasrul Abit saat rapat evaluasi TdS 2018 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Kamis (27/12)
Kejuaraan balap sepeda TdS ini merupakan event Internasional yang harus dipersiapkan sejak dini dan perlu komitmen yang sama dan dukungan anggaran yang jelas dari APBD kabupaten/kota.
“Apalagi saat ini masih ada kabupaten/kota yang belum menganggarkan dalam APBD untuk Tour de Singkarak (TdS) 2019, ini perlu dipertanyakan komitmen kepada kepala daerahnya,” ujar wagub.
Wagub Nasrul Abit juga mengatakan, TdS merupakan harga diri Sumbar, tidak boleh sampai terhenti penyelenggaraanya.
Dikatakan, daerah yang belum menganggarkan TdS 2019 diantaranya Kabupaten Sijunjung dan Kota Solok, sedangkan beberapa daerah yang tidak mengirimkan wakilnya dalam rapat tersebut seperti Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, dan Tanah Datar.
“Hal ini akan saya bicarakan dengan Gubernur, perlu komitmen bersama dengan membuat MoU antara gubernur dengan bupati dan walikota pada Januari atau Februari 2019, agar daerah dapat menganggarkan pelaksanaan TdS dalam APBD masing-masing setiap tahunnya,” tambahnya. (peb)






