Tangkapan Nelayan Minim, Waspada Ikan Berformalin
  • Home
  • Agam
  • Tangkapan Nelayan Minim, Waspada Ikan Berformalin

Tangkapan Nelayan Minim, Waspada Ikan Berformalin

ikan di pelabuhan ikan (ilustrasi/internet)
ikan di pelabuhan ikan (ilustrasi/internet)

AGAM – Hasil tangkapan ikan nelayan di Pantai Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam akhir-akhir ini agak berkurang. Kondisi demikian menyebabkan harga jual ikan segar hasil tangkapan nelayan Tiku jadi mahal.

Kesempatan itu akan dimanfaatkan pedagang ikan untuk menjual ikan hasil tangkapan dari luar daerah. Namun dikhawatirkan, ikan dari luar daerah tersebut berformalin. Formalin digunakan sebagai pengawet, namun sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Untuk itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Ermanto mengingatkan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam membeli ikan.

“Ciri-ciri ikan berformalin, antara lain ikan tidak dihinggapi lalat, mata berwarna keputihan dan warna kulit kehijauan,”katanya kepada Padangmedia.com, Jumat (15/7).

Dikatakan, bila tidak ada ikan laut yang layak dibeli, sebaiknya masyarakat beralih ke ikan keramba atau ikan air tawar.

“Jangan memaksakan diri membeli ikan laut jika tidak layak dikonsumsi, lebih baik mengkonsumsi ikan keramba atau ikan air tawar karena itu jelas kualitasnya,”tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra Rusli menegaskan, formalin merupakan bahan kimia berbahaya. Formalin merupakan sejenis bahan pengawet yang bisa merusak liver dan lambung.

“Bila dikonsumsi dalam waktu lama bisa menyebabkan penyakit kanker, jantung dan penyakit berbahaya lainnya,” terangnya.

Ia mengingatkan, sebelum membeli ikan, perhatikan dulu apakah ikan tersebut dihinggapi lalat atau tidak. Bila tidak, berarti ikan sudah diawetkan dengan formalin. Kemudian lihat kulitnya, bila berwarna kehijauan, itu sudah berformalin.

“Perhatikan juga insangnya. Ikan segar insangnya berwarna merah,”pungkasnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply