
SAWAHLUNTO – Kondisi dam penahan setinggi kira-kira 8 meter yang menopang bangunan SD 14 Kumbayau Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto sudah empat tahun lebih retak dan terban. Setelah berkali – kali diajukan laporan untuk perbaikan kepada pemerintah kota, namun tak kunjung ada perbaikan.
Kepala SD 14 Kumbayau Efrinelti menyatakan, sebenarnya kondisi dam penahan sekolah itu sudah enam tahun retak. Namun, kondisi yang makin parah dan mengakibatkan lantai merengkah dan turun sudah terjadi sejak empat tahun lalu.
Dia menambahkan, setiap ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik tingkat desa maupun kecamatan, hal itu selalu diusulkan. Namun, ia tak tahu dimana hilangnya usulan perbaikan.
“Untuk mengantisipasi agar anak-anak tak kena retakan atau rongga lantai yang merengkah karena dam penahan retak, pihak sekolah hanya bisa menutupnya dengan semen seadanya,” ungkap Efrinelti di Kumbayau, Kamis (17/1) siang.
Kondisi itu makin parah saat musim penghujan pada awal bulan lalu. Retaknya makin bergeser dan makin lebar. Air hujan serta limpahan selokan masuk ke sela-sela lantai yang retak sehingga retaknya makin melebar dan turun.
“Kalau bisa tahun ini dapat diperbaiki agar tidak lagi membuat cemas siswa serta tak mengganggu aktifitas belajar mengajar,” pintanya. (tumpak)






