PADANG – Kebutuhan baju seragam menjelang dimulainya tahun ajaran baru juga membawa berkah buat pedagang baju bekas di Pasar Loak lantai II Komplek Padang Theater Pasar Raya, Padang. Seragam sekolah bekas menjadi alternatif bagi orang tua murid, terutama dari keluarga dengan ekonomi yang pas-pasan.
Jusni, seorang warga Seberang Padang, kepada padangmedia.com mengatakan, setiap tahun ia selalu membeli baju seragam untuk anaknya. Meskipun bukan baju baru, yang penting masih bagus.
“Tak masalah membeli seragam bekas. Daripada membeli baju baru yang harganya mahal, mendingan uangnya untuk membeli kebutuhan lainnya. Apa-apa sekarang mahal,” kata Jusni saat ditemui padangmedia.com, Jumat (15/7).
Jusni mengaku membeli baju kemeja, rok, dan celana seragam di tempat loak itu dengan harga hanya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, tergantung ukurannya. Dibandingkan dengan membeli baju seragam baru, harganya minimal Rp65 ribu.
“Untuk baju anak saya yang naik kelas 4 SD sudah dapat. Sekarang tinggal mencari baju dan rok untuk anak sulung saya yang kelas 3 SMP,” katanya.
Menurut Jusni, suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sedangkan ia sendiri bekerja mencuci pakaian di kawasan Pondok. Karena itu, ia hanya mampu membeli baju seragam bekas untuk anak-anaknya. Apalagi, meski bekas, tapi baju, celana, dan rok seragam di tempat itu masih sangat layak pakai.
“Saat seperti ini, anak saya tidak hanya perlu baju, tapi juga sepatu dan buku-buku. Kalau semuanya beli baru, uangnya mana cukup,” ungkap Jusni.
Sementara itu, salah seorang pedagang loak di lantai II Komplek Padang Theater Pasar Raya Padang mengatakan, pakaian bekas membantu mereka yang kondisi keuangannya pas-pasan. Ia mengaku jumlah pembeli melonjak pada masa menjelang masuk sekolah seperti saat ini.
“Lumayan, sehari bisa menjual 20 sampai 25 pakaian seragam, mulai baju, rok, dan celana. Pada hari biasa, hampir tak ada baju seragam yang terjual. Di hari biasa, yang laku hanyalah baju kaos, baju-baju keseharian, atau sesekali jas yang jumlahnya pun tak lebih dari 5 potong setiap harinya,” ungkap Herna, pedagang pakaian bekas lainnya di pasar loak komplek Padang Theater. (baim)






