PADANG – Perkembangan investasi di pasar saham di Sumatera Barat cukup menggembirakan. Sejak tahun 2012, investor saham ber-KTP Sumatera Barat terus menunjukkan peningkatan.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Barat Early Saputra mengungkapkan, tahun 2019 tercatat sebanyak 17.501 investor ber-KTP Sumatera Barat.
“Terjadi peningkatan sekitar 4.403 investor dibanding dari tahun 2018 yang berjumlah 13.098 investor atau naik 33,62 persen,” kata Early, Kamis (23/1/2020).
Early memaparkan, tahun 2012 BEI Sumatera Barat mencatat sebanyak 1.854 Single Investor Identification (SID). Pada tahun 2013, terjadi peningkatan 540 investor menjadi 2.394 SID. Tahun 2014 meningkat lagi menjadi 3.191 investor, tahun 2015 naik lagi menjadi 5.323 investor.
“Setiap tahun terus bertumbuh, dimana tahun 2016 naik lagi menjadi 7.067 investor dan tahun 2017 menjadi 8.724 investor,” paparnya.
Melihat perkembangan tersebut, Early mengungkapkan keyakinannya bahwa minat masyarakat untuk masuk ke pasar saham akan terus meningkat. Peningkatan investor saham sekaligus menunjukkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
“Artinya, masyarakat semakin melek keuangan dan ini sangat penting untuk menghindarkan masyarakat menjadi korban penipuan investasi bodong,” katanya.
Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan pelaku pasar modal akan terus meningkatkan sosialisasi kepasarmodalan kepada masyarakat. Dia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan besar dan ikut andil dalam sosialisasi selama ini. (fdc)






