Sumber Dana Pembangunan Embarkasi Haji Dari SBSN
  • Home
  • Berita
  • Sumber Dana Pembangunan Embarkasi Haji Dari SBSN

Sumber Dana Pembangunan Embarkasi Haji Dari SBSN

PADANG- Pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Padangpariaman terkendala penganggaran. Tahun 2015 lalu dari Kementerian Agama turun dana sebesar Rp100 miliar namun hanya bisa dimanfaatkan sekitar Rp48 miliar dan sisanya kembali ke kas negara. Dana pembangunan embarkasi itu sendiri diperkirakan mencapai Rp600 miliar lebih.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat Syamsuir dan PPTK Pembangunan embarkasi haji Efrizal serta Kasubag Humas M. Fikri, Jumat (5/2) menjelaskan tidak terpakainya keseluruhan dana yang dialokasikan adalah disebabkan dana yang digunakan bersumber dari Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) bukan bersumber dari APBN melalui DIPA murni.

” Sumber dananya dari SBSN bukan DIPA murni sehingga tidak bisa digunakan untuk tahun jamak,” jelas Syamsuir.

Disebabkan proses yang memakan waktu lama dan pelelangan pekerjaan proyek tersebut yang sampai diulang, pemanfaatan anggaran sebesar Rp100 miliar tersebut terpaksa harus direvisi. Proses proyek dimulai pada Januari 2015 dengan melelang pekerjaan Manajemen Konstruksi (MK). Proses ini memakan waktu sampai Pebruari dan dilanjutkan pelelangan paket perencanaan dari bulan Maret sampai April.

” Pelaksanaan paket pekerjaan perencanaan itu selesai pada bulan Juni baru dilanjutkan kepada pelelangan paket pekerjaan yang sampai tender ulang karena tender pertama gagal hingga pada September baru selesai proses tender ulang,” terangnya.

Mengingat kasipnya waktu pelaksanaan pekerjaan, Syamsuir menjelaskan bahwa tidak mungkin anggaran sebanyak itu bisa tuntas sehingga paket pekerjaan direvisi, menyesuaikan agar tidak lewat batas waktu.

” Sehingga paket pekerjaan yang dilelang hanyalah senilai Rp48 miliar sementara sisanya (Rp52 miliar, red) dikembalikan ke negara,” ujarnya.

PPTK pembangunan embarkasi Haji Kanwil Kemenag Sumatera Barat Efrizal menambahkan, paket pekerjaan yang dilelang telah tuntas dikerjakan 100 persen. Paket pekerjaan awal itu adalah pembangunan pagar dengan 2 tipe untuk sekeliling lahan seluas 10 hektar, jalan lingkar sampai tahap pengerasan dan pembangunan saluran air, pembangunan struktur bawah asrama, gedung serbaguna, masjid dan struktur bawah tambah tiang lantai tiga.

” Semua pekerjaan ini sudah tuntas dikerjakan oleh rekanan kontraktor sesuai dengan waktu dan nilai kontrak. Sisa uang yang tidak digunakan terpaksa harus dikembalikan ke negara karena jika dipaksakan pun tidak akan bisa terpakai dengan waktu tersisa hanya 90 hari,” kata Efrizal.

Ia menegaskan tidak ada masalah dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pelelangan baik untuk paket MK, perencanaan sampai kepada pelaksanaan berjalan sesuai aturan. Dalam pelaksanaan pekerjaan pun tidak ada keterlambatan waktu. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply