Pimpinan DPRD Padang bersama Wawako Padang, Emzalmi usai paripurna beberapa hari lalu. (baim)
PADANG – Mulai tahun 2017, Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di Pemko Padang akan meningkat menjadi 22 dinas dan 4 badan. Jumlah dinas tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya hanya 18 saja, karena ada bidang dalam suatu dinas yang dipisah kemudian berdiri sendiri. Namun, ada pula dinas yang dihapuskan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Padang, Faisal Nasir menyebutkan, dengan terjadinya perubahan di sejumlah satuan kerja, Pemko Padang harus fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (SDM). Hal itu hendaknya menjadi perhatian khusus bagi Pemko.
“Apalagi DPRD Padang dalam paripurna pada Jum’at, 14 Oktober 2016 lalu sudah menyetujui dan mengesahkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkap Faisal, Kamis (20/10) di Padang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Vidal Triza mengatakan, OPD memang telah disetujui DPRD Padang dan saat ini pada tahap evaluasi Gubernur Sumatera Barat. Evaluasi Gubernur terkait Perda tersebut diperkirakan membutuhkan waktu maksimal hingga dua minggu.
“Kami tentu berharap begitu, karena Perda tersebut sudah diserahkan pada Gubernur Selasa kemarin sehingga akan sangat bagus hasil evaluasi itu tuntas sesuai tenggat waktu dua minggu dari tanggal penyerahannya,” ujar Vidal.
Jika evaluasi gubernur telah selesai, kata Vidal, maka Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang struktur organisasinya dapat segera dipersiapkan. Semuanya nanti dibahas melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Kota Padang, bahkan tidak tertutup kemungkinan diadakan panitia seleksi.
Dalam pembentukan struktur organisasi, kemungkinan akan ada pengukuhan bagi pejabat yang secara nomenklatur tidak jauh berubah, terutama untuk dinas yang sifatnya sama. Sedangkan untuk instansi yang dipisah, Pemko akan mempersiapkan personel yang pas untuk menjabat. “Namun, setiap keputusan akan menjadi kebijakan pimpinan karena lebih mengetahui potensi dan kinerja masing-masing pejabat di satuan kerja,” ungkapnya. (baim)







