PADANG – Pemerintah provinsi Sumatera Barat akan menempatkan petugas gabungan di sembilan titik pintu masuk. Masing – masing pos akan diisi oleh 54 orang petugas gabungan dengan sistem kerja tiga shift.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit terkait hasil rapat koordinasi terbatas membahas persiapan posko perbatasan, di aula kantor gubernur, Senin (30/3/2020).
“Ada sembilan titik perbatasan wilayah yang akan dilengkapi pos pemeriksaan. Pada masing – masing pos akan ditempatkan 54 petugas gabungan 24 jam dengan sistem kerja tiga shift,” kata Nasrul Abit.
Dia merinci, personil yang akan ditempatkan tersebut antara lain masing – masing 5 orang tenaga kesehatan, dari dinas kesehatan 5 orang, dari Satpol PP 3 orang, Dishub 3 orang. Kemudian dari BPBD 3 orang diperkuat oleh 2 orang personil TNI dan 2 orang personil Polri. Akan ada 18 orang petugas gabungan yang berjaga dalam setiap shift.
Dia meminta masyarakat yang akan masuk wilayah Sumatera Barat untuk kooperatif dan bersedia memeriksakan diri di posko pemeriksaan. Dia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota perbatasan untuk membantu agar upaya tersebut berjalan dengan baik tanpa kendala.
Upaya pemeriksaan setiap orang yang masuk wilayah Sumatera Barat ini merupakan bagian dari langkah Pembatasan Secara Selektif yang telah diputuskan pada rapat sebelumnya. Sehingga, bisa dipantau setiap orang yang masuk wilayah Sumatera Barat.
“Kalau dalam pemeriksaan, ada indikasi gangguan kesehatan akan langsung dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit,” sebutnya.
Nasrul Abit juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memantau setiap orang yang masuk ke wilayah masing – masing. Diharapkan, para wali nagari, kepala desa dan lurah aktif memantau dan melaporkan apabila ada perantau atau orang baru masuk ke wilayahnya untuk diperiksakan kesehatannya.
Dia menegaskan, penanganan corona virus disease (Covid-19) membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah akan berupaya maksimal dalam melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran. Hendaknya masyarakat juga ikut mendukung dengan aktif memantau wilayah masing – masing.
Nasrul meminta masyarakat untuk tetap menerapkan social distance sesuai anjuran. Menjaga jarak antar orang, mengurangi interaksi sosial, mengurangi aktivitas di luar rumah serta menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (f)






