
PADANGPANJANG – Walikota Padang Panjang, H. Hendri Arnis mengumpulkan pejabat eselon 2 dan 3 di aula balai kota, Kamis pagi, (10/9). Ini terjadi karena masih rendahnya penyerapan anggaran. Menjelang triwulan ke empat ini, ternyata serapan anggaran pembangunan total seluruh SKPD masih berkisar 39 persen.
“Walikota sengaja mengumpulkan pejabat pagi tadi untuk memberikan keterangan, bahwa SKPD tidak perlu ragu-ragu menyelenggarakan kegiatan. Asal sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, agar dilanjutkan,” kata Kabag Humas Setdako Padangpanjang, Ampera Salim di ruang kerjanya, Kamis (10/9).
Menurut walikota, bila serapan anggaran tetap sedikit, maka di akhir tahun akan menumpuk menjadi SILPA. Dengan demikian, pekerjaan otomatis tidak terlaksana sesuai dengan target semula.
Untuk itu, katanya, masing-masing SKPD hendaklah saling mendukung memberi tahu kawannya. “Jika ada yang belum paham bertanyalah kepada yang lebih tahu. Sebaliknya, terhadap yang punya ilmu tolong tunjukkan kawannya yang masih ragu-ragu menyelenggarakan kegiatan ini,” jelasnya.
Selain itu, walikota juga minta jajaran kabinetnya harus solid dan bersatu dalam membangun Padangpanjang. “Jangan ada yang berkhianat. Kalau ada yang tampak berkhianat agar segera diberitahu, supaya dia tidak mengganggu jalannya pemerintahan,” sebutnya.
Dikatakan, membangun Padangpanjang berarti membangun Sumbar, membangun Sumbar berarti membangun Indonesia. Karenanya, dia minta jajaran Pemko Padangpanjang untuk bekerja dengan tulus dan sepenuh hati.
Hingga kini tercatat, beberapa SKPD yang serapan anggarannya masih di bawah 39 persen. Di antaranya, ada yang 15%, 18%, 27%, 37%, 31% dan 20%. “Namun, nama SKPD itu tidak perlu disebutkan di media,” kata Ampera. (rin/rel)







