Selama Ramadhan, TPID Sumbar Gencar Sidak Untuk Pengendalian Inflasi
  • Home
  • Berita
  • Selama Ramadhan, TPID Sumbar Gencar Sidak Untuk Pengendalian Inflasi

Selama Ramadhan, TPID Sumbar Gencar Sidak Untuk Pengendalian Inflasi

inflasi
PADANG – Selama Ramadhan tahun ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat telah melakukan langkah nyata pengendalian inflasi. Penguatan koordinasi baik di tingkat TPID Provinsi maupun kabupaten/kota telah dimulai sejak sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Wakil Ketua Tim Kordinasi selaku Tim Ahli TPID Provinsi Sumatera Barat Puji Atmoko menyebutkan, bentuk penguatan koordinasi tersebut di lapangan antara lain berupa inspeksi mendadak (sidak) pasar, pasar murah dan pelaksanaan Operasi Pasar. Sidak pasar dilakukan oleh Gubernur Sumbar, Walikota Padang, Kepala Kantor Perwakilan BI serta anggota TPID Provinsi Sumbar dan TPID Kota Padang di Pasar Raya pada tanggal 14 Juni 2016 lalu.

“Sidak pasar ini bertujuan untuk memantau kondisi pasokan di pasar terkait perkembangan harga, jumlah pasokan dan keamanan pasokan dari bahan-bahan berbahaya,” kata Puji Atmoko yang juga Kepala KPw BI Sumatera Barat itu, Jumat (1/7).

Menurutnya, pelaksanaan Operasi Pasar dilakukan bekerjasama dengan BULOG dan beberapa distributor yang mencakup komoditas daging sapi, beras, gula pasir dan telur ayam ras. Pelaksanaan pasar murah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar di beberapa lokasi seperti Kantor Gubernur, kantor Disperindag Provinsi, Dinas Koperasi UKM dan Dinas Peternakan Provinsi.

Selain itu, dalam rangka membentuk ekspektasi positif kepada masyarakat sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konsumsi yang berlebihan selama bulan Ramadhan, TPID Provinsi Sumbar dan TPID Kota Padang menyampaikan iklan layanan masyarakat serta talkshow pengendalian inflasi yang disiarkan melalui televisi dan radio di Kota Padang.

Diberitakan sebelumnya, pada bulan Juni, Sumatera Barat mulai mengalami inflasi meskipun masih terendah secara nasional. Sumbar mengalami inflasi sebesar 0,18 persen (month to month/ mtm),  bertolak belakang dengan bulan sebelumnya (Mei 2016) yang masih mengalami deflasi sebesar 0,36 persen (mtm).

Secara tahun berjalan (year to date/ ytd), Sumatera Barat mengalami inflasi pada tingkat cukup rendah, 0,20 persen (ytd). Secara tahunan, laju inflasi Sumatera Barat pada bulan Juni berada pada level 3,23 persen (year on year/ yoy).

Penyumbang utama inflasi pada bulan Juni justru adalah kelompok harga yang diatur pemerintah (administrate prices) dan kelompok inti (core) yang menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,38 persen (mtm) dan 0,23 persen (mtm). Sementara kelompok bahan pangan bergejolak (volatile food) masih mengalami deflasi sebesar 0,12 persen (mtm). (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply