
SAWAHLUNTO – Kementerian Kesehatan RI memberikan penghargaan Kota Bebas Malaria kepada Kota Sawahlunto. Penghargaan tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat eliminasi bebas malaria oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta, Rabu (19/2/2020) di Jakarta.
Menerima penghargaan tersebut, Deri Asta berharap menajdi penyemangat dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Kota Sawahlunto. Selain itu, diharapkan juga berdampak positif dalam menunjang perkembangan Kota Sawahlunto sebagai kota wisata.
“Penghargaan ini diharapkan semakin meningkatkan upaya pemberantasan malaria dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Pengakuan Kemenkes ini sekaligus diharapkan menunjang Sawahlunto sebagai kota wisata,” kata Deri Asta.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Sawahlunto, Yasril memaparkan, kasus malaria di Kota Sawahlunto pertama kali merebak pada Maret tahun 2007. Saat itu, terdeteksi sebanyak tujuh kasus malaria dan terus bertambah secara sporadis hingga Oktober dengan 3 kematian akibat malaria.
“Tahun 2016 dengan bantuan Kementerian Kesehatan dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Medan melakukan survei Reservit perindukan nyamuk Malaria. Dalam survei tersebut, ditemukan 5 spesies nyamuk Anopheles di Sawahlunto,” ulasnya.
Atas penerimaan sertifikasi bebas Malaria ini, Yasril juga diucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah sangat membantu serta pimpinan Puskesmas dan jajaran kader kesehatan serta masyarakat kota Sawahlunto.(tumpak)






