
AGAM – Hingga Juni 2016, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Agam baru mencapai 8.065 ton. Sementara quota penyaluran untuk daerah itu sebanyak 23.275,3 ton atau baru tercapai sekitar 35 persen.
“Itu data terakhir yang kami peroleh dari lima distributor yang telah ditunjuk untuk menyalurkan pupuk kepada pengencer,”kata Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Peternakan (Dispertaholnak) Kabupaten Agam, Afdhal di Lubuk Basung, Kamis (28/7).
Rincian dari realisasi tersebut, pupuk urea sebanyak 2.955,9 ton atau 30,3 persen, pupuk SP-36 sebanyak 1.807,45 ton atau 39,2 persen dan pupuk ZA sebanyak 549,75 ton atau 22,3 persen. Selanjutnya untuk pupuk NPK sudah disalurkan sebanyak 2451,65 ton atau 29,4 persen dan pupuk Organik sebanyak 300,25 ton atau 11,5 persen.
Menurutnya, penyaluran pupuk bersubsidi ini dilakukan oleh lima ditributor yang telah ditunjuk pemerintah. Untuk urea dan organik dilakukan oleh Pupuk Iskandar Muda (PIM) yakni, CV Putra Arena, CV Kebasaran dan CV Fajar Semesta Harapan.
Sementara itu, untuk pupuk bersubsidi berjenis NPK, ZA dan SP36 disalurkan oleh distributor Petro Kimia Gresik (Petro Pertani) yakni, CV Fajar N. Co dan CV Petani.
“Penyaluran pupuk bersubsidi yang distribusi kepada setiap pengecer ini dilaporkan setiap hari oleh distributor ke Dispertahornak Agam,” katanya.
Agar pendistribusian berjalan lancar, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Agam, perusahaan pupuk dan lainnya dalam pengawasan pendistribusian pupuk.
Sedangkan untuk jumlah kuota pupuk bersubsidi, Kabupaten Agam menerima sebanyak 23.275,30 ton pada 2016 yang akan disalurkan kepada kelompok tani di daerah itu. Dirinci, alokasi pupuk itu masing-masing urea sebanyak 8.388,32 ton, NPK sebanyak 7.066,13 ton, SP 36 sebanyak 3.118,51 ton, ZA sebanyak 2.268,01 ton dan pupuk organik sebanyak 2.434,33 ton. (fajar)






