
PADANG – Seluruh fraksi di DPRD Kota Padang menyetujui dan menerima RAPBD Anggaran tahun 2017 ditetapkan menjadi Perda. Namun, ada beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh Pemerintah Kota Padang.
Dalam paripurna yang dilakukan di gedung DPRD Padang, Rabu (30/11), Juru Bicara Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Panjaitan mengkritisi terkait penyertaan modal. Fraksinya menolak penyertaan modal investasi Pemko Padang untuk Perusda Padang Sejahtera Mandiri dan Bank Nagari. Fraksi Perjuangan Bangsa menilai bahwa APBD 2017 lebih baik diarahkan untuk mendukung 10 program unggulan Walikota Padang.
“Fraksi Perjuangan bangsa menilai bahwa wujud dan wadah rencana bisnis perusda yang akan dibentuk oleh Pemko Padang belum jelas dan masih sangat memerlukan penjelasan yang komprehensif. Sedangkan pernyataan modal untuk Bank Nagari dan PDAM dengan catatan dapat memberikan laporan kinerja dan keuangan per triwulan kepada DPRD,” ungkap Wismar.
Sementara, sejumlah fraksi lainnya minta Pemerintah Kota Padang harus mampu menggali potensi dan peluang pendapatan kota secara optimal sehingga pendapatan daerah terkumpul secara maksimal. Rapat paripurna dipimpin oleh Wahyu Iramana Putra didampingi Ketua DPRD Erisman, Wakil Ketua DPRD Muhidi serta Wakil Walikota Padang Emzalmi. (baim)






