
SAWAHLUNTO – Warga kelurahan Aur Mulyo kecamatan Lembah segar kota Sawahlunto mewaspadai kawasan longsor Puncak Poland. Ribuan kubik tanah bercampur material lain masih mengancam pemukiman padat penduduk itu.
Lurah Aur Mulyo Muldayuri menyatakan dalam beberapa pekan terakhir, tanah bercampur material di pinggang Puncak Polan sering bergerak turun saat hujan.
“Pergerakan tanah bercampur material batu dan lainnya sudah melampaui jalan yang digunakan masyarakat. ini perlu diwaspadai karena kondisi cuaca penghujan dalam sepekan ini ,” sebut Muldayuri Selasa (4/2/2020).
Dia menyebutkan, setelah longsor beberapa waktu lalu, terus dilakukan upaya pemindahan tanah material lonsoran. Peralatan berat diturunkan agar material longsor tidak sampai menimpa rumah warga.
“ Saat ini pergerakan tanah sudah mendekati sedikitnya tiga rumah warga. Jika terjadi hujan, dikhawatirkan material tanah dan batu akan bergerak menghantam pemukiman penduduk” jelasnya.
Hardi (26) warga setempat menyatakan masyarakat tetap mewaspadai hal itu. Bersama Kesbangpol PBD, material yang menutup badan jalan telah disingkirkan.
“Namun masih ada beberapa bagian tebing yang tanah longsorannya sedang dibersihkan menggunakan alat berat,” katanya. (tumpak)






