
PADANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional (MOR) I Medan bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan program Jalur Non Tunai (JNT) pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Padang, Sumatera Barat. Program ini untuk memberikan fasilitas khusus kepada konsumen yang melakukan pengisian BBM dengan sistem pembayaran non tunai.
Peluncuran program JNT di Padang dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.251.518 Pisang, Rabu (19/9) siang. Peluncuran program JNT oleh Marketing Branch Manager Pertamina MOR I Medan Aribawa, dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat Endy Dwi Tjahjono, Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat Darwisman serta Kepala BRI Wilayah Sumatera Barat Joni Alwadris.
Marketing Branch Manager Pertamina MOR I Medan Aribawa menyebutkan, total sebanyak 115 SPBU Pertamina di seluruh Sumatera Barat akan berpartisipasi dalam program ini.
“Sampai Oktober nanti, ditargetkan seluruh SPBU di Kota Padang sudah merealisasikan program JNT,” ujarnya.
Dia menyebutkan, Pertamina bersama BRI akan terus melakukan sosialisasi agar program tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumatera Barat. Sebagai BUMN, Pertamina dan BRI bersinergi mendukung program pemerintah dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).
“Kami akan sosialisasikan program ini untuk mengubah budaya masyarakat dalam bertransaksi,” tambahnya.
Program JNT berlaku bagi semua jenis kartu debit maupun kartu kredit dari bank manapun, termasuk Brizzi yang merupakan uang elektronik milik BRI. Dia berharap, melalui program ini, masyarakat konsumen dapat bertransaksi dengan lebih aman serta pencatatan transaksi akan lebih akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kanwil BRI Sumatera Barat Joni Alwadris mentargetkan, 50 persen transaksi di SPBU Pertamina ke depan akan beralih menjadi non tunai.
“Sistem non tunai akan menjadi sarana favorit pilihan masyarakat karena akan memberikan kemudahan dan solusi praktis dalam membeli BBM,” katanya.
Dia menegaskan, program JNT merupakan dukunan penuh terhadap pemerintah daerah dalam kesepakatan dengan Bank Indonesia dalam program GNNT. Seperti diketahui, Pemprov Sumatera Barat telah menandatangani nota kesepahaman GNNT dengan Bank Indonesia pada 6 Desember 2017 lalu. (fdc)






