
PASAMAN – Perayaan fenomena alam ketika matahari tepat berada lurus di atas kepala atau yang dikenal sebagai titik kulminasi matahari yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasaman di Titik Equator Museum Tuanku Imam Bonjol berjalan sukses.
Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Ricky Riswandi, perayaan titik kulminasi matahari merupakan puncak dari acara Festival Equator yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kabupaten Pasaman selama satu minggu mulai tanggal 17 sampai 23 September 2018.
“Tujuan dilaksanakannya gelaran perayaan titik kulminasi matahari dalam Festival Equator ini yaitu dalam rangka memperkenalkan objek dan daya tarik pariwisata Kabupaten Pasaman dan upaya menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai daerah tujuan wisata utama di Sumatera Barat,” katanya, Senin (24/9).
Sementara itu, Plt. Kepala BMKG Padangpanjang, Fajar Dwi Prasetyo mengatakan, peristiwa titik kulminasi adalah puncak tertinggi matahari pada garis equator yang merupakan fenomena astronomi pada saat matahari malintasi garis khatulistiwa .
“Fenomena alam penyinaran matahari pada saat titik kulminasi tersebut dapat dilihat menggunakan peralatan khusus semacam teleskop tepat pukul 12.11.56 waktu BMKG, dimana saat itu sinar matahari tegak lurus di atas kepala,” ucapnya.
Sekretaris Daerah H. M. Saleh menambahkan, fenomena alam peristiwa titik kulminasi ini merupakan potensi pariwisata waktu yang hanya ada di Kabupaten Pasaman, tidak ada pada daerah lain di Sumatera Barat bahkan Sumatera.
Saleh berharap dan akan terus berupaya agar peristiwa alam ini akan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara dan para ilmuwan untuk datang dan berkunjung ke daerah kita.
Diakuinya, kabupaten Pasaman belum menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Propinsi Sumatera Barat. Namun, Pemkab Pasaman akan tetap berupaya dan bekerja keras memanfaatkan sekecil apapun peluang secara bertahap dan berkesinambungan menjadikan Pasaman sebagai daerah yang menarik untuk dikunjungi.
Katanya, untuk sampai ke titik itu tentu tidaklah mudah, diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Pasaman serta dukungan dari masyarakat dan swasta.
“Setidaknya, masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata mempunyai peran yang sangat strategis memajukan pariwisata. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menggalakkan dan menciptakan kebersihan, ketertiban dan keindahan dilingkungan objek wisata melaui sapta pesona wisata yaitu, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan,” harapnya. (riki)






