PADANGPANJANG – Tim pendukung pasangan Hasan dan Husen membuat kerusuhan pada pelaksanaan Pilkada. Bahkan, pada saat kampanye berlangsung di Lapangan Khatib Sulaiman, pasangan yang didukung partai pisang ini sempat dilempari batu oleh salah seorang yang berada di antara massa kampanye.
Oknum tersebut akhirnya berhasil diamankan ke Polres Kota Padangpanjang.Pendukung pasangan Hasan dan Husen juga melakukan aksi protes yang menilai KPU tidak adil dalam pelaksanaan Pilkada karena Pasangan Hasan dan Husen gagal dalam penghitungan suara. Massa pendukung Hasan dan Husen mencoba merebut kotak suara yang akan diantar dari TPS ke PPK. Sementara, pihak polisi yang coba mengamankan pelaku justru mendapat perlawanan hingga terjadi baku hantam.
Namun, kedua pelaku akhirnya kembali dapat diamankan.Buntut aksi protes massa pendukung Hasan dan Husen masih berlanjut. Dengan tindakan anarkis, ratusan massa pendukung Hasan dan Husen memadati halaman pos KPU. Aksi mereka sempat diredam pihak polisi yang berjaga-jaga, namun massa berharap untuk bisa bertemu dengan ketua KPU. Akhirnya, tiga orang perwakilan diajak berdialog dengan ketua KPU dengan pengamanan
dari pihak kepolisian.Perundingan antara tim sukses Hasan dan Husen dengan KPU tidak menghasilkan kata sepakat. Sebaliknya, tiga perwakilan melakukan keributan dan mengundang lebih banyak massa pendukung lainnya untuk memprotes KPU. Kehadiran mereka dihadang ratusan Polisi dan Brimob.
dari pihak kepolisian.Perundingan antara tim sukses Hasan dan Husen dengan KPU tidak menghasilkan kata sepakat. Sebaliknya, tiga perwakilan melakukan keributan dan mengundang lebih banyak massa pendukung lainnya untuk memprotes KPU. Kehadiran mereka dihadang ratusan Polisi dan Brimob.
Aksi massa pendukung Hasan dan Husen ini semakin anarkis dengan melempari pengamanan dari Polisi dan Brimob. Beberapa orang yang diduga sebagai provokator berhasil diamankan, namun massa semakin beringas dengan aksi bakar ban. Untuk menghalau aksi anarkis massa tersebut, tim keamanan menembakkan gas air mata dan semprotan air dari watercanon yang telah disiagakan.
Situasi anarkis dalam pengamanan Pemilu tersebut merupakan simulasi Sispamkota dalam pengamanan Pilkada serentak 2015. Selain diikuti personil dari Polres, Brimob, TNI, Satpol-PP dan FKPM, simulasi juga disaksikan oleh Walikota Padangpanjang, Hendri Arnis, Ketua KPU, Ketua Panwas, Kepala SKPD dan Pengurus RAPI Kota Padangpanjang. (isril)








