
JAKARTA – Penanganan tanggap darurat di bawah Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat menunjukkan kemajuan cepat. Pemulihan dini bencana yang terjadi pada 3 Maret 2017 itu dilakukan pemerintah daerah dan stakeholders di beberapa sektor.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima padangmedia.com, Jumat (10/3) sore menyebutkan, perkembangan hingga Kamis (9/3), air bersih melalui jaringan pipa PDAM telah mengaliri hingga Kecamatan Pangkalan, Lima Puluh Kota.
“Namun, di wilayah Nagari Sialang, Kecamatan Kapur Sembilan suplai air terkendala mobilisasi dan pemasangan pipa dengan berat hingga 450 kg. Pemasangan pipa tersebut berlokasi di dasar sungai,” kata Sutopo.
Pemulihan lain berlangsung di sektor listrik, fasilitas umum, infrastruktur jalan, dan jaringan komunikasi. Sebanyak 99 persen pelanggan PLN telah mengakses listrik, dan 1 persen atau sekitar 169 pelanggan masih terus diupayakan penyelesaian perbaikan jaringan.
Dia menambahkan, di sektor fasilitas umum, sebanyak 68 fasilitas seperti sekolah, mushola dan masjid telah dibersihkan. Pada akses jalur darat, jalan putus di KM 187 sudah diperbaiki oleh dinas terkait. Jalur distribusi darat memperlancar perekonomian lokal. Sementara itu, jaringan seluler pada sektor komunikasi di Kecamatan Pangkalan telah aktif, sedangkan di wilayah Nagari Koto Lamo, Kapur Sembilan, masih mati.
“Melalui pemulihan dini yang dilakukan secara cepat, masyarakat sudah beraktifitas normal. Kondisi masyarakat kondusif, aman dan terkendali, suasana kerja di pemerintahan juga berlangsung baik,” ujarnya.
Sementara itu, penanganan darurat masih terus dilakukan. Salah satunya pendistribusian bantuan kemanusiaan melalui helikopter BNPB. Distribusi bantuan melalui udara ini untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi, seperti Durian Tinggi, Tanjung Jajaran dan Koto Lamo. Bantuan yang diberikan beragam, seperti bahan makanan, sandang, lauk-pauk hingga obat-obatan.
Terkait dengan penanganan masyarakat terdampak, Pos Komando Tanggap Darurat Banjir dan Longsor telah mengidentifikasi 3.285 sebagai penerima cash for work. Murid sekolah sudah melakukan kegiatan belajar sejak kemarin (9/3). (feb/*)






