
SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto merangkul Universitas Andalas (Unand) Padang untuk bekerjasama di bidang penggalian dan
pemanfaatan potensi daerah di Sawahlunto.
Hal ini ditandai dengan penandatangan MoU oleh Wali Kota Sawahlunto
Deri Asta dengan Rektor Universitas Unand Tafdhil Husni, Senin (11/3)
di Balai Kota Sawahlunto.
Walikota Sawahlunto mengatakan kota ini punya potensi SDA, sedangkan Unand punya SDM yang handal. Potensi tersebut yang dicoba untuk disinergikan dalam bentuk kajian untuk peningkatan sektor ekonomi masyarakat.
Ia menyebutkan, salah satu bidang yang akan dilakukan kajian bersama terkait upaya perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) untuk antisipasi terjadinya alihfungsi lahan pertanian.
“Kita sudah harus membuat peraturan daerah terkait ini, karena kita sudah terlambat 10 tahun, kalau tidak selesai hingga 2020 nanti, akan berdampak pada tidak turunnya Dana Alokasi Khusus (DAK) pertanian ke daerah kita,” sebutnya.
Untuk sanksi DAK itu, lanjutnya, pada 2018 dan 2019 ini sudah dialami,
dimana dana untuk membuat sarana dan prasarana pertanian sudah tidak
dapat lagi.
Biasanya jalan jalan pertanian yang selama ini memakai DAK sekarang sudah tidak dibenarkan lagi, sebelum adanya regulasi dalam bentuk peraturan daerah yang mengatur terkait lahan pertanian yang ada.
Untuk itu, sambungnya, Pemko Sawahlunto menggandeng Unand untuk melakukan perencanaan, pemetaan dan kajian lahan pertanian yang ada, sehingga akan didapat program yang terukur dan berdampak langsung dalam
peningkatan ekonomi di sektor pertanian.
“Biasanya usulan atau program tanpa ada kajian, manfaatnya tidak akan
efektif atau tidak sesuai target dan sasaran yang diinginkan. Ini memang menjadi salah satu fokus utama terdepan, dikarenakan luas
daerah kita yang 70 persennya adalah kawasan pertanian,” tuturnya.
Sementara itu Rektor Unand, Tafdhil Husni sangat mengapresiasi kepercayaan Pemko Sawahlunto yang diberikan kepada pihaknya untuk
melakukan kajian terkait penggalian dan pemanfaatan potensi yang dimiliki Sawahlunto, salahsatunya dibidang pertanian dan ketahanan pangan.
“Untuk teknisnya, kami serahkan kepada Pemda. Pemda punya dana dan potensi, kami punya SDM yang handal. Mudah mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama hasil kajiannya bisa didapat dan dimanfaatkan dalam kemajuan Sawahlunto,” harapnya. (tumpak)






