PE Domestik Triwulan I 2016 Berpotensi Membaik
  • Home
  • Berita
  • PE Domestik Triwulan I 2016 Berpotensi Membaik

PE Domestik Triwulan I 2016 Berpotensi Membaik

JAKARTA- Pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I 2016 berpotensi terus membaik, terutama didukung oleh akselerasi stimulus fiskal. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2016 diperkirakan lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, terutama ditopang oleh konsumsi dan investasi pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan, meningkatnya investasi pemerintah didorong oleh akselerasi belanja modal pemerintah yang terlihat cepat pada dua bulan pertama tahun 2016. Sementara investasi swasta diperkirakan baru akan meningkat pada periode-periode yang akan datang.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih cukup kuat, tercermin dari daya beli yang terjaga, penjualan eceran yang meningkat, dan kepercayaan konsumen yang cukup baik. Sementara kinerja ekspor diperkirakan masih tertekan, seiring dengan masih lambatnya pemulihan ekonomi global dan masih menurunnya harga komoditas.

“Untuk keseluruhan 2016, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan tumbuh pada kisaran 5,2-5,6 persen (year on year/ yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada tahun sebelumnya,” ujar Tirta.

Neraca perdagangan pada Pebruari 2016 mencatat peningkatan surplus, ditopang oleh kenaikan surplus nonmigas. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 1,15 miliar dolar AS, lebih tinggi dari surplus pada bulan sebelumnya. Pencapaian tersebut terutama ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas, yang bersumber terutama dari kenaikan ekspor perhiasan/permata serta produk-produk dari besi dan baja.

Sementara itu, neraca migas pada Februari 2016 mencatat surplus, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit. Surplus neraca perdagangan pada Januari-Pebruari 2016 ini masih sejalan dengan prakiraan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2016. Defisit transaksi berjalan tersebut diperkirakan dapat dibiayai dari surplus neraca finansial, didukung oleh perkembangan arus masuk investasi portfolio yang hingga Pebruari 2016 telah mencapai 2,2 miliar dolar AS.

Dia menambahkan, aliran modal asing di pasar saham pada bulan Pebruari sudah tercatat positif, sejalan dengan prospek ekonomi domestik yang semakin baik. Cadangan devisa pada akhir Pebruari 2016 tercatat sebesar 104,5 miliar dolar AS atau setara 7,6 bulan impor, atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” lanjutnya. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply