PAINAN- Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan penghubung Ngalau Gadang – Pancuang Taba Kecamatan IV Nagari Bayang Utara yang rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025, Jumat (11/9/2026). Pembangunan jembatan permanen itu menggunakan teknik Armco Bridge untuk menghubungkan Kembali dua nigari di kecamatan tersebut.
Hendrajoni bersama rombongan terpaksa berboncengan dengan sepeda motor untuk menuju lokasi peletakan batu pertama pembangunan jembatan, karena tidak mudah diakses dengan kendaraan roda empat disebabkan masih banyak badan jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Hendrajoni mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana agar akses transportasi masyarakat kembali normal. Satu per satu infrastruktur yang rusak akan diperbaiki dan dibangun kembali.
“Meski di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Pessel terus berjuang menembus anggaran pusat. Pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata pemerintah hadir untuk masyarakat,” kata Hendrajoni.
Ia mengajak masyarakat ikut mengawal pembangunan jembatan tersebut. Pengawasan bersama sangat penting agar pekerjaan berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kalau infrastrukturnya bagus, mobilitas masyarakat akan kembali lancar. Karena itu, mari kita awasi bersama agar pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Tak hanya jembatan, pemerintah daerah juga merespons kebutuhan lain yang disampaikan masyarakat. Salah satunya aspirasi tokoh masyarakat setempat, Azwir, terkait kondisi jalan menuju Ngalau Gadang yang membutuhkan pengaspalan.
Menanggapi permintaan tersebut, Hendrajoni menginstruksikan Dinas PUTR untuk mengalokasikan anggaran pengaspalan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses menuju kawasan Ngalau Gadang secara menyeluruh.
“Sebab, jembatan yang kokoh tanpa dukungan jalan yang memadai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan mobilitas warga,” kata Hendrajoni.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Pesisir Selatan, Jaferi, mengatakan bahwa jembatan yang dibangun merupakan jenis Armco Bridge berbahan baja bergelombang dengan panjang 24 meter dan lebar 6 meter. Proyek tersebut dibiayai melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas PUTR sebesar Rp2,15 miliar dan ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender.
“Kami meminta pihak rekanan utamakan keselamatan kerja dan menjaga mutu fisik bangunan demi pemanfaatan jangka panjang. Kita berharap jembatan ini segera mendukung kembali mobilitas warga di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Jaferi. MIL






