
PASAMAN – Kejadian memalukan terjadi di Rutan Klas IIb Lubuk Sikaping. Entah apa yang ada di benaknya, seorang petugas penjagaan di Rutan itu nekat memalak dan memukul seorang warga binaan di rutan.
Oknum petugas penjagaan tersebut bernama Wendra. Dia nekat main hakim sendiri terhadap Rahman Nasution yang terjerat pidana kasus kecelakaan lalu lintas dan dijatuhi hukuman enam bulan kurungan.
Tidak itu saja, usai memukuli Ramhan, pelaku Wendra ternyata juga memalak korban. Uang Rp100 ribu milik korban yang rencananya bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari di dalam rutan, malah diduga diambil paksa oleh pelaku.
Tak terima dianiaya, keluarga korban pun langsung bertindak. Hingga berita ini diturunkan, sekitar pukul 15.00 WIB, Kamis (14/2), korban didampingi keluarga tampak melakukan visum di UGD RSUD Lubuk Sikaping.
“Kita tidak terima atas tindakan penganiayaan yang dilakukan petugas penjaga ini. Makanya, kasus ini bakal kita bawa ke ranah hukum. Biar tau rasa palaku, begitu juga kepala rutan yang tidak bisa mendidik anggotanya,” kata Eko, kakak sepupu korban.
Diakui Eko, saat keluarganya mengklarifikasi kejadian naas itu kepada korban, ia mengaku kejadian naas tersebut terjadi Kamis (14/2) pagi. Sebelum kejadian, pelaku Wendra bertugas di shift Rabu (13/2) malam hingga Kamis pagi.
“Akan tetapi, saat pergantian shift, entah apa yang terjadi, korban Rahman bersama salah satu napi lainnya dipanggil pelaku. Tahu-tahunya, ia meminta uang Rp100 ribu. Adik saya (korban) di bawah tekanan pun memberikan uang belanjanya. Uang itu diambil pelaku, kemudian pelaku pun main tangan. Kepala adik saya dipukuli beberapa kali. Saya tegaskan, uang ini sudah pindah tangan dari tangan adik saya ke tangan pelaku,” kata Eko.
Menanggapi hal itu, Wendra langsung dipanggil Kepala Rutan, Edi Kasman. Kepada awak media, Wendra mengaku tidak ada pemukulan dan pungutan liar. Menurutnya, ia hanya melakukan apel pergantian shift.
“Ini masalah internal kami, saya di SK-kan. Tidak saya memukul, tidak ada saya pungli,” kata Wendra.
Ironisnya, saat diklarifikasi Kepala Rutan, Edi Kasman, ternyata pelaku memang melakukan pemukulan. Bahkan, Edi Kasman mengaku uang yang diminta itu diminta untuk narapidana lain.
“Saya sudah mendidik petugas ini supaya tidak melanggar aturan. Sekarang ini terjadi, berani berbuat, berani tanggung jawab. Pada intinya, saya sangat menyayangkan hal ini terjadi dan saya serahkan semuanya kepada keluarga korban untuk proses visum dan tindakan penyelesaian selanjutnya,” tukas Edi. (riki)






