Nominasi Warisan Dunia, Pemko Sawahlunto Gelar Workshop
  • Home
  • Berita
  • Nominasi Warisan Dunia, Pemko Sawahlunto Gelar Workshop

Nominasi Warisan Dunia, Pemko Sawahlunto Gelar Workshop

Workshop penyusunan berkas Kota Sawahlunto sebagai nominasi warisan dunia. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar workshop penyusunan berkas nominasi warisan dunia di Museum Goedang Ransoem, Sawahlunto. Kegiatan digelar sejak  Senin (31/8) hingga Jumat (4/9).

Nara sumber yang dihadirkan di antaranya, Sosiolog dari Pusat kajian Masyarakat dan Kebudayaan LIPI, Erwiza Erman, akademisi Arsitektur Universitas Bung Hatta, Eko Alvares, sejarawan Universitas Andalas Padang, Zulqaiyum, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar, Fitra Ardha didampingi Regional Advisor for Culture in Asia and the Pacific UNESCO, Richard Adams Engelhardt.

Pada kesempatan itu, Kasi Warisan Budaya Dunia Benda Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Yunus Arbi menyatakan, yang sedang dilakukan Kota Sawahlunto dimana area kawasan Kota Tua Sawahlunto seluas lebih 89 hektare akan diajukan ke UNESCO. Selain kota tua Sawahlunto, kawasan kota tua Jakarta juga diajukan bersama untuk menjadi warisan dunia ke UNESCO.

“Kota ini terus melakukan pendekatan untuk mencapai pemahaman yang sama dengan pihak terkait dan terus mengajak warga di kawasan itu secara sadar ikut menyukseskan kawasan kota tua Sawahlunto menjadi kota warisan dunia,” pintanya.

Pria alumnus Arkiolog Universitas Indonesia itu menambahkan, awal yang baik karena kota ini  beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional yang menjadi syarat dari pemerintah pusat sebelum diusulkan menjadi warisan dunia ke UNESCO.

“Tentu sangat tepat digelarnya workshop penyusunan berkas nominasi warisan dunia guna melengkapi serta menjadikan tahapan agar apa yang masih belum lengkap dapat dilakukan perbaikan,” sebutnya.

Hal yang terpenting, harapnya, apa yang menjadi ciri khas kawasan kota tua bekas tambang serta keanekaragaman suku budaya yang ada tetap dilestarikan. Karena inilah menjadikan keunikan yang terus terjaga di kota ini, selain kawasan serta cagar budayanya.

“Kita berharap, workshop penyusunan berkas nominasi warisan dunia dapat menghasilkan rencana aksi sebagai tindak lanjut nominasi warisan dunia UNESCO,” pintanya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply