
SAWAHLUNTO – Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin mengingatkan beberapa hal, terkait pengusulan program pembangunan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Usulan jangan “terlena” dengan program – program seremonial.
Hal itu diingatkan Zohirin saat membuka Musrenbang Kecamatan Talawi, Rabu (5/2/2020). Dia menegaskan, program yang diusulkan hendaknya benar – benar menyentuh kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
“Jangan terlena dengan program seremonial. Hendaknya program yang diusulkan memang dibutuhkan dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dia menambahkan, usulan program pembangunan yang dirangkum dalam musrenbang, hendaknya yang berdampak langsung kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan membawa kemajuan daerah.
“Harus lebih fokus kepada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” ulasnya.
Dia menerangkan beberapa indikator sebagai tolok ukur keberhasilan pemerintah. Diantaranya, angka usia harapan hidup, angka penurunan kemiskinan, angka lama usia sekolah, indek pembangunan manusia dan lainnya.
“Jadi usulan program pembangunan hendaknya yang mendukung kepada perbaikan indikator tersebut, harus diprioritaskan. Jangan yang banyak masuk dalam usulan hanya program seremonial,” tegasnya.
Dia berharap pengentasan kemiskinan menjadi perhatian serius pemerintah desa. Untuk upaya itu, yang harus diprioritaskan seperti pemberian bantuan modal usaha, bantuan hewan ternak dan bibit tanaman dan sebagainya. Ini menjadi salah satu strategi untuk memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, selain dari kewajiban pemerintah desa untuk program pengentasan kemiskinan, melalui Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), juga dibuat program untuk tujuan tersebut.
“Setiap OPD diberikan amanah untuk membantu desa dalam menurunkan jumlah penduduk miskin,” sebutnya.
Camat Talawi, Wan Ikhlas menerangkan, Musrenbang Kecamatan digelar selama dua hari. Musyawarah melibatkan unsur pemerintahan desa. Juga melibatkan anggota DPRD Kota Sawahlunto dari daerah pemilihan Kecamatan Talawi serta unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan dan tokoh – tokoh masyarakat.
“Usulan kegiatan pembangunan yang akan ditampung melalui Musrenbang ini disesuaikan dengan visi – misi kepala daerah dalam RPJMD, berdasarkan skala prioritas pada Musrenbang tingkat Desa,” katanya. (tumpak)






