
AGAM – Untuk menekan angka penyebaran penyakit kaki gajah (elepanthis filariasis), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam melakukan pemeriksaan Treatment Assasment Survey (TAS) terhadap ribuan pelajar di beberapa Sekolah Dasar yang ada di daerah itu. Pelaksanaan TAS telah dilakukan sejak 20 hingga 30 September 2016 mendatang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Hendri Rusdian mengatakan, selain menekan angka penyebaran penyakit kaki gajah, peninjauan ini dilakukan untuk melihat keberhasilan pengobatan massal Filariasis yang telah dilakukan di Kabupaten Agam dua tahun yang lalu.
Sekolah Dasar yang terpilih untuk peninjauan TAS tersebut menurutnya, sepenuhnya ditentukan oleh Kemenkes RI secara Acak. Metode yang dilakukan dengan cara pengambilan sampel darah jari yang langsung dilihat dengan Rapid tes.
“Pengambilan sampel darah ini dilakukan untuk melihat apakah positif mengandung cacing Filaria penyebab kaki gajah atau negatif” ujarnya, Jumat (23/9).
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dan Puskesmas setempat juga ikut membantu dalam peninjauan ini. Diharapkan hasil dari peninjauan TAS ini negatif, dimana yang dikatakan negatif apabila hanya kecil dari 1 persen sampel atau 20 orang sampel yang hasil pemeriksaan darahnya dengan menggunakan Rapid tes hasilnya positif. (fajar)






