PADANG – Kelompok Wanita Tani (KWT) Kesehatan Asri, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah mendapat kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang H. Muharlion, Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap KWT yang telah mempertahankan eksistensinya sejak tahun 2023 dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi KWT Kesehatan Asri yang telah eksis sejak 2023. Banyak juga KWT yang lain terbentuk, namun akhirnya hidup segan mati tak mau,” katanya dalam kunjungan ke KWT yang terletak di Jalan Kesehatan, RT 03/RW 05 tersebut.
Ia menambahkan, meskipun kunjungan itu bukan kali pertama karena sebelumnya pernah mampir juga sekadar melihat-lihat. Ternyata perkembangan KWT Kesehatan Asri sangat signifikan, terlihat dari hasil yang ditanam dapat berkembang menjadi olahan turunan seperti keripik bayam brazil, keripik pisang, sirup bunga telang dan lain-lain.
“Artinya perkembangan KWT ini cukup signifikan dan memberi manfaat banyak, baik bagi anggota maupun bagi warga sekitarnya,” ujarnya.
Selaku anggota legislatif, ia berjanji akan mendukung kelompok – kelompok tani termasuk KWT agar terus berkembang. Itu sejalan dengan program pemerintah baik di bidang pertanian, ketahanan pangan maupun pemberdayaan perempuan.
“Saya akan selalu mendukung kelompok tani terutama KWT sejalan dengan program pemerintah di bidang pertanian, pangan dan pemberdayaan,” ucapnya.
Ia juga berjanji akan menggulirkan bantuan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk KWT sejauh itu sesuai dengan peruntukkan dan ketentuan yang ada. Nantinya akan direkomendasikan untuk pengajuan proposal ke Pemerintah Kota Padang.
“Silakan ajukan proposal kebutuhannya dengan berkonsultasi kepada dinas terkait agar dapat direkomendasikan menerima bantuan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua KWT Kesehatan Asri, Mirdayati didampingi pengurus dan anggota KWT membeberkan sejarah perjuangan berdirinya KWT yang telah banyak mendapat kunjungan dari berbagai kalangan tersebut.
“Awalnya kami tidak mengenal apa itu KWT. Kami ingin mewujudkan kebun sederhana memanfaatkan lahan kosong, hanya bermodal semangat dan kekompakan ibu – ibu di lingkungan RT ini,” bebernya.
Semangat ibu-ibu mendapat dukungan dari bapak-bapak sehingga membantu membersihkan lahan dan mendirikan sebuah pondok sederhana. Sampai akhirnya ada kunjungan anggota legislatif, Pun Ardi ke wilayah setempat sehingga muncul gagasan membentuk kelompok yang resmi.
“Selang beberapa waktu kunjungan Bapak Pun Ardi berikutnya bersama dengan anggota DPR RI, Bapak Hermanto. Maka dari situ pembentukan KWT disepakati dengan nama Kesehatan Asri. Kemudian kami urus legalnya hingga terdaftar resmi di Pemerintah Kota Padang dan mendapat binaan Dinas Pertanian,” ungkapnya.
KWT Kesehatan Asri ditetapkan berdiri 9 November 2023 yaitu bertepatan dengan pendirian pondok yang sekaligus menjadi posko atau sekretariat. Seiring waktu, anggota KWT Kesehatan Asri mulai menggarap demplot dan menanam berbagai jenis sayuran muda. Hingga masa panen tiba, hasil dari kebun KWT yang tidak seberapa luas itu terasa sangat bermanfaat dan dinikmati seluruh anggota.
“Sampai dua tahun pertama, kami sudah melakukan panen berkali-kali. Akan tetapi bukan berarti semua yang ditanam berhasil dengan baik, tentunya ada kendala dan mengalami gagal panen,” tuturnya.
Selain gagal panen, tantangan lain juga dari anggota yang adakalanya semangatnya menurun, jarang hadir dan kurang peduli. Itu menjadi tantangan tersendiri untuk tetap menghidupkan KWT.
“Alhamdulillah, hingga tahun ketiga KWT Kesehatan Asri masih eksis. Bahkan sekarang kami semakin banyak inovasi sembari terus mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan,” katanya.
Pihaknya berharap, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian dan dinas terkait lainnya terus memberikan pembinaan.
“Tentunya kepada anggota DPRD kami juga berharap perhatian sehingga kebutuhan-kebutuhan KWT dapat terakomodir,” tutupnya.
Dalam kunjungan itu terlihat hadir Lurah Dadok Tunggul Hitam Buderi Himra, Ketua RW dan RT serta tokoh masyarakat setempat. DU







