Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sawahlunto Meningkat, Paling Banyak Kasus Kekerasan Seksual pada Anak
  • Home
  • Berita
  • Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sawahlunto Meningkat, Paling Banyak Kasus Kekerasan Seksual pada Anak

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sawahlunto Meningkat, Paling Banyak Kasus Kekerasan Seksual pada Anak

SAWAHLUNTO –  Perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan
dalam mengalami segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan dalam
rumah tangga, kekerasan seksual, fisik, serta psikis, maupun penelantaran terhadap keluarga.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sawahlunto, Yossy Deri Asta mengungkapkan, kasus yang masuk
dan ditangani P2TP2A Sawahlunto, sepanjang 2017 mencapai 30 kasus,
sementara 2018 meningkat menjadi 34 kasus.

“Dengan 34 kasus sepanjang 2018, jadi rata-rata setiap bulan terdapat 3 kasus, bahkan hingga bulan Mei 2019 sudah terdapat 8 kasus ditangani P2TP2A Sawahlunto,” jelas Yossy saat pengukuhan Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Sawahlunto di balaikota, Senin (20/5/2019).

Diantara kasus ini, jelas Yossy, kasus terbanyak berupa kekerasan seksual yang dialami anak-anak. Jumlah kasus itu, berkemungkinan jauh lebih banyak, karena angka itu yang dilaporkan ke P2TP2A.

“Yang membuat miris pelaku kekerasan merupakan orang dekat dengan korban, bahkan biasa satu rumah tinggal dengan korban,” ungkapnya.

Mengatasi hal itu, sebutnya, pemerintah bersama P2TP2A, tidak sekedar
menunggu korban melapor. Namun, mendorong korban untuk berani
bercerita, jalannya melalui pembentukan Satgas PPA, yang tersebar di setiap desa, kelurahan dan kecamatan.

“Dan mari membangun keluarga yang harmonis, saling terbuka antar anggota keluarga, serta memberikan pendidikan terhadap anak tentang pentingnya melindungi diri, menjadi modal utama dalam upaya pencegahanterjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya. (Tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply