Inyiak Balang Masuk Kampung, Masyarakat Peladang Kurangi Aktifitas
  • Home
  • Berita
  • Inyiak Balang Masuk Kampung, Masyarakat Peladang Kurangi Aktifitas

Inyiak Balang Masuk Kampung, Masyarakat Peladang Kurangi Aktifitas

Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (internet)
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae). (internet)

PAINAN – Aktifitas petani peladang di sekitar Kampung Koto Pulai Nagari Kambang Timur sejak empat hari terakhir berkurang, menyusul munculnya sekitar empat ekor harimau sumatera ( Panthera Tigris Sumatrae) di pinggir kampung. Beberapa petani sempat melihat kehadiran “Inyiak Balang” tersebut di ladang pinggir bukit.

Walinagari Kambang Timur Sondri, menuturkan, sejak kemunculan harimau tersebut, warga yang sebagian besar merupakan petani peladang merasa was-was.

“Harimau tersebut terlihat oleh warga muncul di ladang di pinggir hutan. Biasanya, peladang bertemu harimau di dalam hutan adalah hal yang biasa namun kali ini warga merasa was-was karena sudah masuk ke wilayah peladangan dekat pemukiman,” kata Sondri melalui pembicaraan telepon, Senin (25/7).

Dia menerangkan, bahwa ada dua ekor anjing peliharaan warga yang diterkam oleh harimau tersebut. Sejauh ini belum ada gangguan langsung kepada warga namun dengan kemunculan harimau yang diperkirakan empat ekor tersebut, aktifitas warga berangkat meladang sedikit berkurang.

“Jikapun ada yang berani pergi meladang, sekarang ini warga berangkat meladang secara rombongan,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Camat Lengayang Alfis Basir membenarkan kemunculan harimau sumatera di kampung pinggir hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, warga diminta untuk berhati-hati dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan “kemarahan” sang harimau.

“Kami meminta warga untuk waspada dan jangan melakukan tindakan mengganggu yang dapat menyebabkan harimau tersebut marah dan balik mengganggu warga,” katanya.

Alfis menyebutkan sudah menghubungi pihak Seksi TNKS dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta melaporkannya kepada bupati Pesisir Selatan. Saat ini, tim gabungan dari pihak terkait sudah berada di lokasi untuk memantau aktifitas harimau tersebut.

“Di lokasi saat ini sudah ada tim dari TNKS dan BKSDA untuk mengawasi aktifitas harimau tersebut. Sambil menunggu perkembangannya, kami imbau warga untuk berhati-hati ketika meladang,” tandasnya.

Seperti diberitakan, kemunculan harimau sumatera terpantau oleh warga Kampung Koto Pulai Nagari Kambang Timur Kecamatan Lengayang sejak beberapa hari lalu. Menurut kesaksian warga, kemunculan raja hutan tersebut diperkirakan sekitar empat ekor karena beberapa orang warga melihat kehadiran mereka dalam waktu hampir bersamaan di lokasi berbeda.

Kampung Koto Pulai Nagari Kambang Timur adalah kampung paling ujung di Kecamatan Lengayang yang berbatasan langsung dengan hutan TNKS. Sebagian besar warga di kampung ini bekerja sebagai petani peladang dan mengolah lahan pertanian di pinggir hutan. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply